Kades Cisurat Sakit Hati Dibohongi Satker

Kota,. Korsum
Kades Cisurat Kecamatan Wado Asep Widiana merasa sakit hati lantaran dibohongi Satker Jatigede. Awalnya, lanjut dia, dirinya sudah menaruh harapan besar bahwa jalan Desa Cisurat yang rusak berat itu akan diperbaiki pihak satker Jatigede.
Tapi nyatanya, dia harus menelan pil pahit akibat dibohongi satker. “Awal Juli 2015 lalu, satker berjanji akan memperbaiki jalan alternatif sepanjang 4,2 kilometer dari mulai keluar jalan Lingkar Jatigede menuju Desa Cisurat. Namun janji satker itu belum terbukti,” ungkap kades di Islamic Center Sumedang, Rabu (30/11).
Akibat janji itu belum terbukti. Rasa panaran, dia bersama 3 kades didampingi Muspika Kecamatan Wado pada November 2016, kembali menyusul pihak satker untuk menagih janjinya itu. Namun hingga kini akhir 2016 janji  itu tetap tidak terbukti.
Kades hanya diberi janji bodong karena jalan tetap hancur belum diperbaiki. Lucunya, pernyataan satker bahwa anggarannya belum diajukan, padahal janji itu sudah setahun lebih. Akibatnya, kondisi jalan sudah semakin  rusak parah, bahkan berpotensi rawan  terjadi kecelakaan.
“Apa yang sudah dituntaskan satker?. Nyatanya, jalan desa semakin hancur akibat aktivitas proyek Jatigede. Perbaikan jalan itu tidak mungkin dilakukan desa karena akan menghabiskan anggaran Rp 1 miliar. Padahal waktu itu, bila desa tak mengijinkan jalan itu dipakai proyek,  akibatnya fatal bagi proyek Jatigede,” tandasnya.
Akibat jalan desa dibiarkan hancur. Aparat desa jadi katempuhan warga seolah  tak mau berupaya.  Sementara, Pemda  juga  tak pernah ngalongok jadi teu apaleun kondisi Cirurat saat ini. Bahkan ketika perpindahan desa, tanpa  bantuan dari mana pun maka terpaksa  merogoh kantong sendiri.
Nyeri hate melihat lingkungan Cisurat saat ini, terutama fasos dan fasum. Kondisi masjid dan jalan desa sangat memprihatinkan, bahkan kantor desa kumuh numpang rumah warga. Dari mulai perpindahan kantor desa tak pernah ada perhatian Pemda, estuning inisiaf sendiri,” ujarnya.
Dibenarkan Kades Sukapura Kecamatan Wado Rukmana masih ditempat yang sama. Kata dia, janji satker itu bersadar hasil rapat tahun 2015 bahwa jalan itu akan diperbaiki tahun 2016 ini. Tapi sampai saat ini masih belum dikerjakan dengan alasan anggarannya habis. Malah data untuk Sukapura hilang,  yang ada data Desa Cisurat.
Kepala BPMPDKBPP Sumedang, Tedi Mulyono mengatakan, Desember ini ada anggaran kebeberapa desa yang berkurang luasnya akibat sebagian wilayahnya tergenang Waduk Jatigede. Anggaran itu, kata dia, untuk peningkatan infrasuktur terutama wilayah dalam penyebaran warga yang kena dampak (OTD).
“BPMPD akan segera upayakan terkait penyebaran penduduk termasuk penataan wilayah sekitar. Sementara jalan desa yang saat ini hancur karena  digunakan  mobilitas proyek Jatigede, merupakan kewenangan pihak satker.  Kami mengarahkan ke desa baik ADD, DD termasuk Sapras tahun depan jangan dialokasikan jalan seperti itu,” tandasnya.
Jalan itu, lanjut dia, tanggungjawaban satker terkait konpensasi Jatigede. Namun akibat belum terselesaikannya, maka akan bicarakan dengan pihak satker sehingga saat ini  belum bisa mengarahkan.
Saat ini sudah ada penetapan PU Bina Marga bahwa jalan desa yang  ditingkatkan menjadi jalan kabupaten harus dikaji kembali. Sebab, bila jalan desa yang sudah ditetapkan menjadi jalan kabupaten itu akan mengalami kesulitan mengalokasikan Dana Desa (DD) dalam kegiatan desa.
“Itu yang saat ini menjadi persoalan sehingga kami koordinasi dengan PU Bina Marga agar dikaji kembali terutama jalan-jalan poros desa yang status akan ditingkatkan menjadi jalan kabupaten,” katanya.**[yf saefudin] 
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar