Kejaksaan Diterpa Isu Skandal Suap Rp 500 jt

kota, Korsum
Seiring diprosesnya kasus dugaan korupsi pembangunan pasar Wado. Belakangan Kejaksaan Negeri Sumedang diterpa isu skandal suap hingga mencapai Rp 500 juta terhadap kasus yang sedang ditanganinya itu. Bahkan, isu tak sedap terhadap penegak hukum itu sempat merebak dikalangan masyarakat.
 Pembangunan pasar Wado disebut-sebut menelan anggaran negara hingga Rp 6,8 milyar tapi tercium indikasi korupsi. Kejaksaan membidik, bahkan saat ini sedang puldata pulbaket dalam memenuhi proses penyelidikan (Lid). Namun ditengah proses berjalan, diisukan ada salah seorang oknum Kejaksaan meminta pulus (uang) Rp 500 juta dan proses penangan kasus pasar Wado dihentikan.
Ketua LSM Formats, saat audensi dengan Kejaksaan, Jumat (17/12), Djadjat Sudrajat, mempertanyakan adanya salah satu oknum anggota Kejaksaan yang telah berani meminta uang Rp 500 juta agar kasus pasar Wado yang kini sedang ditanganinya itu bisa dihentikan alias tidak dilanjut.
“Kami mempertanyakan soal dugaan suap, bahwa ada salah satu oknum anggota kejaksaan meminta uang Rp 500 juta berinisial AN. Kami tahu hal itu dari Jajang mantan Kasi di Bidang Pasar Dikoperindag. Kami mempertanyakan soal minta uang ini, ada apa ini?. Ko sampai minta uang segala?,” tanya Djadjat, kepada Kasi Intel dan Kasi Pidsus KLejaksaan Negeri Sumedang, di ruang kerja Intel.
Jangan sampai lembaga hukum seperti Kejaksaan ini citranya menjadi buruk, tandas Djadjat, masyarakat Sumedang mengharapkan kinerja kejaksaan bersih dari suap hingga menjadi panutan dan pengharapan bagi pencari keadilan masyarakat Sumedang.
Lebih jauh Djadjat membeberkan soal kasus pasar Wado yang isinya meyakini tidak ada penyelewengan anggaran, meski pun digali Kejaksaan. Kendatai demikian, Djadjat juga menyebut, bisa saja terjadi adanya dugaan penyelewenagan karena awalnya tidak tahu permasalahan pasar Wado.
 Djadjat ngaku diminta salah satu masyarakat Wado untuk turun lapangan, yakni permasalahan pembangunan pasar Wado sehingga tahu persis permasalahannya. Djadjat juga ngaku miris melihat saat itu TPS di terminal Wado akan terendam air Waduk Jatigede, sedangkan pembangunan pasar belum selesai.
 “Akhirnya, solusi pedagang yang di TPS harus segera dievakuasi pindah ke pasar lagi.  Menurut saya, pembangunan pasar Wado sudah 90% lebih dan saya anggap tidak ada masalah,” jelasnya.
Djadjat menambah soal insiden penganiayaan terhadap Jajang mantan Kasi bidang Pasar Diskop UMKM dan Indag. Penganiayaan itu katanya, dilakukan bukan oleh FKPPI tapi pribadinya. Sebab, di media cetak yang telah diberitakan tidak menyebutkan nama ormasnya. Tapi asumsi di masyarakat telah menguatkan.
“ Penganiayaan atau pemukulan terhadap Jajang dilakukan bukan oleh ormas FKPPI melainkan oleh pribadinya masing-masing, dan bukan urusan kasus pasar Wado karena dalam pemberitaan di media cetak selalu saja dikaitkan dengan kasus pasar Wado, ini masalah murni masalah utang piutang dengan saudara Jajang, dan FKPPI tidak membekingi Diskop UMKM dan Indag khususnya kasus pasar Wado,” ujarnya.
Menanggapi audensi dari LSM Format dibawah komando Djadjat soal mempertanyakan anggota kejaksaan Sumedang yang berinisial AN diduga telah minta uang sebesar Rp.500 juta, Kejaksaan Negeri Sumedang yang diwakilkan oleh Kajari Sumedang kepada Kepala Seksi Pidsus Deny Merincka Pratama, dan didampingi oleh Kepala Seksi Inteleljen Sopian Hadi, bahwa pihak Kejaksaan Sumedang akan mengusut soal minta uang sebesar Rp 500 juta itu, dan kalau memang benar adanya ada di pihak Kejaksaan yang telah meminta uang, maka pihaknya akan menindak tegas.
“Tentunya kami mengucapkan terima kasih terlebih dahulu atas perhatiannya kepada LSM Formats, terkait dengan dugaan anggota kami ada yang minta uang sebesar Rp 500 juta, dan permasalahan ini, kami akan mengusutnya, sampai dimana letak kebenarannya, dan sebenarnya serta perintah Kajari agar permasalahan isu minta uang ini segera di usut tuntas,” ungkap Kasi Pidsus.
Sementara, permasalahan kasus pasar Wado, kata Deny, baru terhadap pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan (puldata pulbaket) serta pemanggilan beberapa saksi yang telah dilakukan untuk melengkapi nantinya ketahap penyidikan, saat ini baru penyelidikan.
“Pasar Wado memang sedang kami lakukan pemeriksaan secara inten, beberapa saksi sudah kami lakukan pemanggilan untuk memenuhi bahan bahan dan bukti bukti lainnya yang kami butuhkan, kasus pasar Wado ini akan terus dikembangkan,” pungkasnya.***[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar