PGRI Tolak Keberadaan UPTD Pendidikan

Kota, Korsum
Sekitar 80 orang perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumedang dan Kecamatan bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten dan kecamatan se-Kabupaten Sumedang, pengurus Kelompok Kerja Pengawas Sekolah se-Kabupaten Sumedang serta unsur pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Sumedang menyatakan sikap secara tegas menolak keberadaan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sumedang.
Alasannya, tegas Ketua PGRI Kabupaten Sumedang, H. Dedi Suhaya, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) UPTD sudah melekat pada tupoksi Pengawas Sekolah dalam jenjang TK dan SD sesuai Pasal 57 Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Menurut H. Dedi, tugas pokok Pengawas Sekolah yakni melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi hasil program pengawasan, serta pelaksanaan tugas pengawasan di daerah khusus.
“Bilamana UPTD Pendidikan tetap dipertahankan, maka akan mereduksi tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah,” tegasnya, ketika menyampaikan pernyataan sikap yang telah ditandatanganinya kepada Bupati, Kamis (1/12) di Aula Tampomas Gedung IPP.
H. Dedi menyebutkan, dalam peraturan tersebut, UPTD Pendidikan bisa dibentuk bilamana dibutuhkan. “Kami, para guru Kepala Sekolan dan Pengawas Sekolah sebagai pemanfaat merasa tidak membutuhkan adanya UPTD. Jadi, kenapa harus dipaksakan membentuk UPTD? Padahal dalam peraturan tersebut juga, UPTD itu tidak ada sehingga membentuk UPTD itu tidak ada dasar hukumnya,” tandasnya lagi.
Dikatakan, anggaran yang ada untuk operasional UPTD tidak mencukupi sehingga biaya operasional pelayanan UPTD itu akhirnya dibebankan kepada para kepala sekolah dan guru. Adapun layanan pelaporan yang menjadi salah satu tugas yang harus dipenuhi UPTD, lanjutnya, sebenarnya bisa dilakukan oleh operator sehingga lebih cepat dan tidak keluar banyak biaya.
“Dengan adanya teknologi informasi (IT) yang berkembang saat ini, kita tinggal memberdayakan operator sehingga pengiriman laporan bisa lebih cepat, efektif dan efisien,” ungkapnya.
PGRI yang didukung sekitar 6300 guru tetap menolak adanya UPTD. “Dengan tidak melakukan demosi terhadap pejabat di UPTD, kami tetap minta Bupati menghapus UPTD,” imbuh Sementara Sekretaris PGRI Sumedang, Apendi.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Bupati H. Eka Setiawan mengatakan, dirinya mengerti keinginan PGRI yang intinya ingin UPTD dihapus, tapi ia akan mempelajari hal tersebut. “Saya adalah Kepala Daerah yang sah, jadi saya minta jangan ada ancam mengancam. Namun sebagai pimpinan, saya harus adil dan mempertimbangkan banyak hal dalam menentukan kebijakan,” katanya.
Bupati juga menegaskan, pihaknya akan mencari solusi yang bagus dan terbaik menanggapi hal tersebut.  “Saat ini sedang dalam pengkajian apakah UPTD dihapuskan atau tidak. Jika dinilai dengan adanya UPTD, birokrasinya menjadi panjang maka Tupoksinya yang harus diperbaiki sehingga tidak tumpang tindih,” ujarnya.
Bupati menyatakan, segala keputusan yang diambil akan dikaji terlebih dahulu untung ruginya karena menyangkut posisi dan jabatan. “Saya harus mempertimbangkan beban psikologis para Kepala UPTD jika terjadi demosi. Akan bagaimana penempatannya harus sesuai dengan latar belakang keahliannya masing.masing,” ujarnya lagi.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sonson Nurikhsan yang saat itu tidak hadir, ketika dimintai tanggapannya, Jumat (2/12) mengatakan, belum mengambil sikap atas keinginan seluruh anggota PGRI Sumedang untuk menghapus UPTD. “Kami akan menkaji dan membahasnya terlebih dulu. Mudah-mudahan secepatnya sudah ada keputusan,” katanya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar