Warga Protes Hilir Mudik Dum Truk Pengangkut Tanah Buangan Tol Yang Dijual

Sumut, Korsum
Pelaksanaan pembangunan jalan tol di Desa Mekar Jaya Kecamatan Sumedang Utara, kini sedang dalam proses pemerataan lahan, namun sangat disayangkan, sebab lagi lagi wargalah yang selalu mendapatkan dampaknya, seperti jalan desa yang setiap hari merupakan akses jalan warga sekarang menjadi banjir tanah merah disebabkan oleh kendaraan dum truk pengangkut tanah itu.
Sementara, dari pihak pelaksana pengerjaan jalan tol tidak adanya disposal atau menyediakan lahan untuk pembuangan tanah yang tidak terpakai, justru malah sebaliknya tanah tersebut diperjualbelikan akibatnya dum truk pun berdatangan untuk mengangkut tanah itu sesuai dengan pesanan.
“Tidak ada sosialisasi ke warga sebelumnya, tiba tiba warga merasa dikagetkan dengan adanya dum truk yang lalu lalang begitu banyaknya, mengangkut tanah hasil dari pembelian dari pihak pelaksana jalan tol Cisumdawu, jelas kami dirugikan, jalan yang kami rawat dan kami pelihara, kini menjadi kotor dan licin, apalagi bisingnya suara mesin dum truk yang jelas mengganggu kami,” ungkap Safei, salah satu warga Rw 07, kepada Korsum, Kamis (1/12), di kediamannya.
Maka dari itu, kata Safei, warga sepakat setelah warga Rw 07 bermusyawarah dan tertuang dalam surat yang ditujukan kepada kepala desa dengan hasil kesepakatan. “Silahkanlah tanyakan langsung ke pak Rw, karena kami sudah mempunyai kesepakatan didalam musyawarah itu,” ucapnya.
Didalam musyawarah itu, bahwa tidak adannya sosialisasi tentang kegiatan pekerjaan proyek jalan tol Cisumdawu di Dusun Sukasari yang menjadi lintasan utama kendaraan proyek, dan terjadinya mobilisasi kendaraan proyek yang cukup tinggi, dan warga masyarakat merasa tidak nyaman dengan kondisi jalan yang dilalui kendaraan proyek tersebut.
Kami berharap hasil dari musyarawah ini bisa didengar dan dimohonkan membuat jalan proyek sendiri untuk mobilitas kendaraan proyek, dan kedua kendaraan jalan yang melintas didusun Sukasari Rt 03/07 tetap terjaga keberhasilnnya, tidak kotor dan lengket,” katanya.
Dikonfirmasi Korsum, Jumat (2/12), Kepala Desa Mekarjaya, Dudung Suryana, mengatakan, pihaknya sudah menerima surat pengaduan dari warga Rw 07, dan pihak desa pun telah mengirimkan surat ke PT. Waskita atas dasar pengaduan dari warga Rw 07 yang dilalui jalan truk  aktivitas pengangkutan tanah buangan jalan tol.
“Desa sudah mengirimkan surat ke PT. Waskita dan jawabannya pun sudah kami terima kemarin katanya PT. Waskita akan bertanggungjawab membersihkan kembali jalan yang lengket dengan tanah, kotor dan jalan rusak pun akan diperbaiki, untuk menyelesaikan hal itu, maka pihak PT. Waskita akan memberdayakan orang sekitar untuk bekerja membantu untuk kepentingan bersama,” jelas Kades, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Ditanya Korsum bahwa kades turut ikut andil memborong tanah buangan tol untuk diperjual belikan, kades malah bertanya kembali. “Siapa yang memborong?, kalau memborong rumah yang sedang saya bangun memang betul, justru dengan hal ini saya pun ikut merasakan dampaknya, seharusnya pihak PT. Waskita ini menyediakan lahan untuk pembuangan tanah yang tidak kepakai atau disposal, ini kan tidak ada,” bantah kades.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar