Derita Yusup Yang Harus Terbaring Selama 14 Tahun

Wado, Korsum
Malang nian nasib Yusup Supriatna diusianya yang menginjak 14 tahun, dia tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti anak anak yang lain, Yusup selama hidupnya hanya bisa terbaring dan harus menahan rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya.
Yusup kelahiran 9 September 2002, merupakan anak laki laki dari Apong Hartati (40) warga eks genangan Waduk Jatigede yang berasal dari Desa Cisurat yang kini tinggal di Dusun Kisepat, Desa Sukapura Kecamatan Wado. Apong menuturkan bahwa, kondisi fisik Yusup yang kini hanya tinggal tulang benulang, berawal ketika Yusup mengalami pendarahan puser saat usianya baru 11 hari, melihat kondisi Yusup tersebut keluarga langsung berinisiatif  memboyong Yusup ke RSUD. Dan hasil pemeriksaan waktu itu, puser Yusup harus dijahit. Dalam menunggu proses penjahitan tersebut, Yusup pun harus dirawat di rumah sakit.
“Harus dijahit katanya, tapi waktu itu seingat saya hanya diberikan obat tetes saja, sempat dirawat karena kehabisan darah,” kenang Apong menceritakan kejadian 14 tahun lalu, di kediamannya, Kamis (29/12).
Karena kehabisan biaya, dan Yusup pun tak kunjung sembuh, akhirnya keluarga memutuskan untuk merawat Yusup dirumah. Apong juga menuturkan bahwa kondisi Yusup sempat tumbuh normal. Namun kondisi normal tersebut hanya sampai bertahan di usia 5 tahun.
Kemudian dari usia 5 tahun itulah badan Yusup mulai mengalami penyusutan. Segala upaya keluarga untuk mengobati Yusup terus dilakukan, hingga mengeluarkan biaya yang cukup banyak. “Untuk berobat sebenarnya sudah mencoba, tapi kami sudah kewalahan biayanya,” ungkapnya.
Sejak kondisi badan Yusup terus mengalami penyusutan dan semakin parah. Derita Yusup pun bertambah karena sudah tidak bisa bicara dan tidak berdaya sama sekali. “Untuk makan dan minumpun sudah tidak bisa, sehingga harus disuapi. yang saya gak tega kalau sudah terasa penyakitnya anak saya (yusup) selalu menangis kejang,” katanya.
Sekarang Apong dan keluarga hanya bisa meratapi, keadaan Yusuf, karena sudah kehabisan materi untuk membiayai kesembuhan putra pertamanya tersebut. Sudah berbagai upaya tidak bisa membuat Yusup sembuh normalnya anak seusia dia, yang ada hari demi hari kondisi Yusup semakin memburuk.
Sebagai seorang Ibu, Apong berharap, buah hatinya tersebut (Yusup) masih bisa kembali normal dan sembuh seperti sediakalanya. Apong juga mengharapkan ada pihak yang membantu terutama dari pihak yang mengerti kesehatan.
Selain itu kondisi Yusup yang setiap harinya hanya bisa mengerang merasakan rasa sakitnya membutuhkan uluran tangan dermawan.
“Setiap harinya ia memerlukan pampers, obat-obatan dan asupan makanan yang bergizi, jangankan buat beli obat yang mahal, untuk rumah tinggal saja kita masih ngontrak saya berharap ada dermawan yang mau menyisihkan untuk membantu yusup,” harapnya
Rupanya keinginan Apong untuk menyembuhkan derita Yusup menemui titik terang, setelah di hari yang sama, Kamis (29/12) datang rombongan dari Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) pelayanan kesehatan dr. Reny Kurniawati yang didamping kepala seksi (kasi) kesehatan dasar dan rujukan Surdi Sudiana, menurutnya saat ini penyakit apa yang diderita oleh Yusuf belum bisa dipastikan, yang jelas yusup mengalami luka di bagian punggung yang dinamakan Decubitus, penyakit tersebut disebabkan oleh terlalu lamanya berbaring.
“Untuk penyakit pokok yang di deritanya itu harus dilakukan dulu pemeriksaan oleh tenaga ahli dan hasilnya akan di rundingkan para dokter untuk tindakan selanjutnya. Tapi Kalau tadi saya dengar  keterangan dari orang tuanya, kemungkinan besar penyakit anak tersebut bawaan lahir," katanya. 
Selanjutnya, sekarang dinas kesehatan akan membawa Yusup itu untuk dilakukan perawatan secara khusus di rumah sakit umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang. “Kita akan membawanya ke RSUD untuk dirawat lebih intensif, tentunya harus ada persetujuan dari orangtua Yusup,” jelasnya. **[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar