Aniaya Warganya Sendiri Kades Cilengkrang Dinilai Arogan

Kota, Korsum
Kepala Desa (Kades) Cilengkrang, Kecamatan Wado, Suhenda, beserta anak dan Kakaknya, aniaya warganya sendiri karena tak terima sumber mata air di pagar oleh pemilik tanah. Tak terima dengan pemagaran tersebut, Kades dibantu dua orang keluarganya malah menyerang dan menganiaya pemilik lahan yakni Olih, ence dan Asep warga Desa Cilengkrang.
Akibatnya, ketiga korban menderita sejumlah luka dibagian kepala, dan wajahnya babak belur. Bahkan menurut informasi yang dihimpun Korsum di lapangan, salahsatu pelaku yang merupakan anak Kades Suhenda sempat menodongkan senjata api kepada Olih. Paksakejadian keluarga Olih pun memilih langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek, dan arena merasa keamanannya terancam,korban mengungsi ke Kabupaten Ciamis karena takut dengan ancaman yang dilakukan pihak Kades Suhenda. "Di lahan itu, terdapat mata air yang jadi sumber mata air warg. Kades itu mengklaim lahannya milik dia karena sudah dia beli senilai Rp. 2 miliar, Tapi berani sumpah, lahan itu belum dibeli dan masih milik keluarganya," ujar Olih Sabtu (19/2).
Ketika meminta penjelasan terkait hal ini, kata dia, Kades dan dua orang keluarganya malah bersikap reaktif dengan melakukan penganiayaan terhadap korban. "Saudara saya dipukuli beberapa kali sampai bonyok dan mata saya ini memerah. Padahal waktu itu saya minta penjelasan secara baik-baik," akunya.
Paskakejadian pihaknya langsung melaporkan aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum kades ini ke Polsek Wado. "Saya lapor ke Polsek Wado itu Jumat (17/2) malam, langsung setelah kejadian saya lapor tapi sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak kepolisian. Informasinya langsung ditangani Satreskrim Polres Sumedang," sebutnya.
Oleh juga mengatakan bahwa, mata air tersebut sebelumnya dimanfaatkan oleh warga Desa Cilengkrang. Namun, belum ini lahan lokasi sumber mata air tersebut dimanfaatkan oknum kades tersebut untuk kepentingan salah satu perusahaan di lokasi tersebut dengan dalih oknum kades telah membeli lahan sumber mata air milik warga lainnya senilai Rp.2 miliar. "Saya tidak pernah merasa menjual lahan tersebut kepada siapapun jadi setelah rempugan dengan keluarga, dan akhirnya keluarga memutuskan untuk memagar tanah tersebut, sebelum ada kejelasan dari pihak desa," tuturnya.
Sementara, Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Budi Nuryanto membenarkan adanya laporan dari warga terkait aksi premanisme yang dilakukan oknum kades Cilengkrang, Wado ini.
"Benar, laporannya sudah kami terima Jumat malam kemarin. Saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi, belum mengarah kepada tersangka atau terlapor yang dilaporkan oleh pihak pelapor," ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon minggu (19/2).

Terkait kepemilikan senjata api yang digunakan oleh salah satu keluarga oknum kades tersebut, lanjut dia, hal ini masih dalam tahap penyelidikan, dan pemeriksaan saksi-saksi. "Nanti kami tindaklanjuti, apakah benar senjata api atau hanya air soft gun. Jangan terlalu dibesar-besarkan itu, karena belum tentu benar terkait pemilikan senjata api ini. Yang pasti saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi dan belum ada tersangka," katanya. Hingga berita ini diterbitkan Korsum berhasil mengkonfirmasi Kepala Desa Cilengkrang, Suhenda** [Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar