90 Persen Kopi Sumedang Diolah Pihak Luar Pemkab Harus Kampanye Minum Kopi Pribumi

Kota, Korsum
Hampir 90 persen kopi hasil petani Sumedang diolah oleh pihak luar sumedang, padahal kualitas biji kopi yang dihasilkan petani di Kabupaten Sumedang, sudah dikenal hingga ke mancanegara, akibatnya hingga saat ini petani kopi di Sumedang masih hidup dibawah garis kemiskinan.
Menurut Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sumedang, Asep Sumaryana, bahwa ketimpangan tersebut terjadi karena saat ini, di Sumedang masih minim pengolah kopi dan mayoritas masyarakat Sumedang masih menjadi penikmat kopi sachet-an, bukan kopi asli pribumi. “Produksi kopi yang dihasilkan masyarakat Sumedang dalam setahun rata-rata tidak kurang dari 300 ton, akan tetapi 90% produksi kopi Sumedang dijual petani secara gelondongan ke luar daerah hingga mancanegara dengan harga Rp 6500/kg (matang dari kebun),” ujarnya, kepada Korsum, Jumat (17/3).
Harga jual tersebut, lanjut Asep, sangat rendah jika dibandingkan dengan harga jual paska kopi tersebut diolah (roasting), dimana setelah dirosting harga kopi naik ratusan kali lipat, menjadi Rp 200.000/kg. “Untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Sumedang, yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah mulai mengampanyekan kepada masyarakat di Sumedang untuk minum kopi asli sumedang,” tuturnya.
Sementara Kampanye minum kopi asli bisa dimulai di lingkungan pemerintahan Kabupaten Sumedang, dengan cara menyosialisasikan hal ini kepada para pejabat di tiap SKPD, kantor kecamatan, kantor kelurahan/desa. “Sosialisasinya bisa dilakukan secara sederhana, misalkan, di tiap SKPD itu kan ada anggaran makan minum (mamin), nah anggaran ini bisa dialokasikan untuk pembelian kopi asli yang dihasilkan petani, dengan begitu para pejabat di Sumedang akan terbiasa meminum kopi asli, dan meninggalkan kopi sachetan yang isinya kebanyakan jagung,” tuturnya.

Sosialisasi ke pejabat ini, kata dia, bisa direalisasikan dengan peran serta Bupati Sumedang melalui instruksi bupati. "Bupati bisa menginstruksikan ke tiap SKPD agar para pejabat di lingkungannya untuk minum kopi asli. Kalau pejabatnya sudah terbiasa minum kopi asli, tentunya akan jadi contoh bagi masyarakat, terus kalau rapat rapat juga kan bisa dilakukan tuh kampanye kopi" sebutnya.**[Acep  Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar