Bakteri Aeromonas Hydrophilla Penyebab Matinya Ikan Gabus di Waduk Jatigede

Kota, Korsum
Dinas Perikanan dan Perternakan (DPP) Kabupaten Sumedang memastikan beberapa jenis ikan yang mati di perairan Bendungan Jatigede akibat terserang Aeoromonas Hydrophila. Bakteri jenis ini biasanya berkembangbiak di lingkungan perairan yang kotor.
Kepastian penyebab kematian ikan gabus tersebut setelah tim dari DPP yang dipimpin oleh Kasie Kesehatan Lingkungan dan Konservasi pada Bidang Kesehatan Ikan dan Hewan, Trisna Wulan Hariati, langsung melakukan pengecekan ke lapangan pasca kejadian banyaknya ikan jenis gabus yang mati di perairan Jatigede.
“Setelah kami melihat dari gejalanya dan melakukan pemeriksaan, maka diketahui matinya ikan gabus tersebut akibat bakteri Aeromonas Hydrophila,” kata Trisna, Rabu (23/3) di ruang kerjanya.
Hasil pemeriksaan, kata Trisna, ikan-ikan yang mati di perairan Jatigede, insangnya bagus dan saluran pencernaannya juga bagus, hanya ada borok-borok saja. Menurutnya, ikan yang diserang pun, bisa juga ikan jenis lainnya, seperti ikan mas dan patin.
“Kebetulan pada Jumat sampai Minggu ada hujan besar di bagian hulu, sehingga air sungai Cimanuk yang masuk ke bendungan Jatigede kotor sekali dan hitam. Selain itu banyaknya sampah di sekitar Wado juga turut mempengaruhi sehingga menyebabkan timbulnya bakteri Aeromonas Hydrofila,” terangnya.
Trisna menjelaskan, saat ini kondisi airnya sudah mulai membaik, namun demikian sebagai upaya pencegahan pihaknya menaburkan Malachite Green di sekitar perairan Jatigede untuk membunuh bakteri tersebut.
Trisna mengatakan, masyarakat sebenarnya tak perlu khawatir karena ikan yang mati akibat terserang bakteri Aeromonas Hydrofila, masih aman untuk dikonsumsi dengan cara dimasak sampai matang betul.
“Asalkan jangan di bakar saja. Kalau di goreng dengan baik, aman untuk dikonsumsi manusia,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam seminggu ini banyak ikan jenis gabus yang mati di perairan Waduk Jatigede Blok Cibungur, Kecamatan Darmaraja. Banyaknya ikan gabus yang mati tersebut membuat para pencari ikan dan masyarakat resah. Masyarakat belum mengetahui penyebab kematian jenis ikan gabus tersebut.

Kondisi ini membuat masyarakat yang berada di sekitar wilayah genangan, terutama yang mengandalkan tangkapan ikan tersebut untuk dikonsumsi jadi bertanya-tanya dan penasaran apa yang menyebabkan ikan jenis itu bisa mati, padahal jenis ikan tersebut dikenal kuat akan kadar air. Mereka khawatir akan mengganggu kesehatan mereka karena ikan-ikan yang ada di sini yang banyak dikonsumsi oleh warga.**[Hendra|Adam]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar