Ruas Jalan Gendereh Hingga Ciawitali Hancur

Buahdua, Korsum
Ruas jalan kabupaten dari mulai Desa Gendereh hingga Desa Ciawitali Kecamatan Buahdua luar biasa hancur, bahkan beberapa titik jalan itu jebol hingga nyaris putus total. Laju kendaraan tak bisa dua arah hingga terpaksa harus antri jika melewati jalan yang jebol menganga.
Pengguna jalan mengeluh terutama para sopir truk pasir yang sering mondar-mandir Sumedang-Indramayu. Sebab, tak hanya hancur dan jebol, tapi ada 6 titik setengah badan jalan longsor. Pengendara baik roda empat dan dua harus berhati-hati dan terpaksa antri hingga 100 meter karena ruas jalan sudah jadi satu arah.
“Kondisi jalan rusak itu diakibatkan beban berat kendaraan melebihi tonase tak seimbang kekuatan jalan. Padahal desa telah melaporkan ke kecamatan sehingga petugas Trantib ambil langkah memberikan tanda pengaman agar para pengendara hati-hati,” tutur Sekdes Ciawitali Fredi di lokasi, Rabu (15/3).
Berulang kali melaporkan kondisi jalan seperti itu, lanjutnya, namun hingga saat ini belum ada perhatian dari pihak UPTD. PU wilayah Conggeang. Disebutkan Sekdes, ke-6 titik ruas jalan amburadul itu yakni Blok Tini, Blok Tikungan, Blok Dapung, Blok Gebang dan Blok Lengket.
“Hal itu akibat tidak terkendalinya angkutan curah padat seperti truk pasir dan batu menuju Idramayu. Hal itu diperparah dengan tidak adanya TPT(Tembok Penahan Tebing). Sementara, stuktur tanah permukaan badan jalan itu labil bahkan kiri kanan jalam curam hingga gampang longsor,” jelasnya.
Di ruang kerjanya, Rabu (15/3), Kades Ciawitali Fatulrrohim, membenarkan hal itu. Bahkan dia mengkhawatirkan jalan itu putus total, sehingga jika demikian terpaksa warga harus melalui Ujungjaya dan Conggeang. “Kami berharap kepada pihak terkait segera ada perhatiannya sebelum terjadi patal. Termasuk kondisi jembatan Cikandung yang sampai saat ini nyaris putus,” sebutnya.
Menurut warga setempat, Udin, di lokasi, Rabu (15/3), mengatakan, pemeliharaan jalan seperti itu dibebankan kepada masyarakat. Padahal perbaikan jalan itu waktu lalu oleh rekanan tanpa melibat masyarakat sehingga kerjaaanya asal-asalan tanpa perhatikan kekuatan jalan. Akibatnya tak bertahan lama dan mudah rusak.
“Apakah PU Kabupaten tidak mendapat laporan dari UPTD. PU Conggeang soal kondisi jalan Buahdua-Ciawitali kondisinya amburadul. Bagaimana jika terjadi kecelakaan hingga memakan jiwa. Siapa yang bertanggungjawab?,” tegasnya.**[indang]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar