Disposal Girimukti Dianggap Merugikan

Sumut, Korsum
Pembuangan tanah proyek Tol Cisundawu (Disposal) Desa Girimukti Kecamatan Sumedang Utara, ternyata membawa dampak lain terhadap warga Sirnamulya tepatnya Dusun Binong. Kini warga itu bergejolak resah karena Disposal itu dianggap merugikan, baik material maupun jiwa.
Posisi Disposal Girimukti tepat di perbatasan Desa Sirnamulya masih wilayah Kecamatan Sumedang Utara. Sehingga warga menyebut, Desa Girimukti makan Nangkanya, sementara warga Sirnamulya kena getahnya.
“Bahkan di musin hujan sekarang ini, warga dusun mengkhawatirkan ancaman longsor dari gundukan tanah Disposal yang bisa terjadi di suatu saat. Girimukti yang dapat uangnya, warga Sirnamulya kena dampaknya,” kata Ici warga Dusun Binong di kantor Desa Sirnamulya, Kamis (23/3).
Ici mengaku, salah satu warga yang kena dampak Disposal itu. Warga Binong katanya, minta pertanggungjawaban Kades Girimukti karena bereadaan Disposal itu tanpa ada sosialisasi kepada warga Sirnamulya, hanya kepada warga Girimukti saja.
Padahal  adanya Disposal itu, warga Sirnamulya ikut terkena dampaknya. “Sedikitnya 26 warga Bidong menderita kerugian karena kolam dan sawah sekitar 5 hektar miliknya terkena longsoran tanah Disposal. Bahkan lumpur tanah dari Disposal itu masuk ke dalam rumah warga,” sebutnya.
Ditempat terpisah, Kades Girimukti Adang Arifin, di ruang kerjanya, Kamis (23/3), mengakui hal tersebut. kata dia, pihaknya akan bertanggungjawab atas dampak yang ditimbulkan dari Disposal itu. Kerugian warga Sirnamulya saat ini sedang diproses perusahaan (Tol) selaku pihak yang lebih bertanggungjawab atas kejadian itu.
“Sulitnya air bersih di dusun itu, kami telah dibuatkan saluran pipa air. Bahkan dengan adanya kejadian itu, kami terus pemantauan dilokasi Disposal. Tapi sulit menghubungi Kades Sirnamulya. Hanya saja kemarin, kami kedatangan Babinsa dengan Kadus Sirnamulya melaporkan kejadian itu,” ujarnya.
Solusi sudah dibangun sebut dia,  karena tanah dilokasi itu cukup riskan. Solusinya harus ada penggantian sehingga diharapkan bisa masuk diharga untuk penggantian tanah kas desa Girimukti. Bahkan  tim Apresial sudah lakukan pendataan, tapi belum kepengukuran tanah warga Sirnamulya itu.
Dalam aturan katanya lagi, ada kerjasama antar desa yang tidak hanya kegiatan saja. Sehingga, adanya Disposal di Girimukti,  tak mau ada dampak bahkan ancama terhadap warga Sirnamulya. “Kami tidak mau mengganggu kerjasama kedua desa yang sudah lama ada keterikatan saudara,” ujarnya.
Sebelumnya akui dia, sudah ada antisipasi bakal terjadi dampak seperti itu, sehingga saat itu ada pemasangan Beronjong sebagai penahan tanah Disposal, namun ada kesalahan teknik diposisi membuangan air hingga terjadi dampak yang terduga.
Soluasinya ganti rugi  harus diutamakan terutama terhadap lahan sawah 5 hektar yang kena dampak sehingga warga Sirnamulya tidak berlama-lama merasa dirugikan. Untuk ganti-rugi kata kades,  pihak Tol sudah keluar angka, tapi  belum ada persetujuan dari pihak yang akan diganti rugi.

“Kami tidak diam bahkan khawatir terjadi seperti itu, sehingga ambil keputusan bahwa tanah warga Sirnamulya itu akan diambil desa sebagai ganti rugi tanah kas desa Girimukti dan segera mungkin ada penyelesaian supaya tidak terjadi dampak yang lebih parah lagi,” tandasnya.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar