Dua Tahun Tak Dinormalisasi 125 Kubik Lumpur, Kubur Pintu Pembagi Blok Nangtung

Kota, Korsum
Endapan lumpur atau sedimentasi di saluran pembagi Blok Nangtung Desa Girimukti Kecamatan Sumedang Utara dinormalisasi, Selasa (14/3). Normalisasi endapan lumpur setinggi 2,5 meter lebar 2,5 meter dan panjang sekitar 20 meter itu dengan cara digelontorkan ke aliran sungai Cipeles.
Menurut Kepala UPT Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wilayah Kota, Anas Subarna, endapan lumpur setebal 125 meter kubik itu telah mendangkalkan saluran Daerah Irigasi (DI) Burujul sehingga pasokan air ke sawah menjdi berkurang. Bahkan endapan lumpur itu juga telah mengubur pintu pembagi saluran hingga macet tidak dapat dibuka.
“Bukan hanya mengubur, tapi lumpur itu juga telah mendorong pintu bergeser keluar dari jalur relnya hingga macet tak bisa dibuka (diangkat) meski kita sudah menggunakan takel yang 1,5 ton,” terang Anas, Kamis (16/3).
Namun akhirnya, kata Anas, pintu dapat terangkat walaupun hanya sekitar 25 centimeter setelah menggunakan takel yang 10 ton pinjaman dari UPT Workshop. “itu juga dibantu dengan didagoran pake martil,” ujarnya lagi.
Setelah pintu terbuka, lanjutnya, arus air pun menyapu endapan lumpur tersebut ke aliran sungai Cipeles setekah dikeruk oleh stafnya dibantu mitra cai dan warga setempat.
            “Dari catatan yang ada di UPT, saluran pembagi Blok Nangtung ini terakhir kali dikuras 2 tahun yang lalu. Jadi wajar kalau endapan lumpurnya bisa setebal itu,” kata Anas.
             Terkait DI Burujul di kompleks Islamik Center yang sering terjadi banjir cileuncang akibat saluran yang tersumbat sampah, Anas menyebutkan, ada dua cara atau alternatif pemecahan masalah. Yaitu dengan peninggian bantaran saluran kiri kanan dan menaikan plat beton jembatan sekitan 40 hingga 50 centimeter, serta  dilakukan pengerukan.
“Tapi itu butuh anggaran yang besar, sekitar Rp 300 jutaan. Dan kita sudah ajukan ke dinas,” imbuhnya.

Sementara Ketua Mitra Cai Blok Nangtung, Uun merasa senang melihat saluran DI Burujul di pintu pembagu Blok Nangtung sudah selesai dinormalisasi. “Kami berharap, setelah endapan lumpur tidak ada lagi, pasokan air untuk mengairi sawah menjadi lancar. Kami pun siap bila diminta kembali untuk membantu membersihkan saluran,” ungkap Uun.**[Hendra|Didin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar