Ekspos Draft Nota Pengantar LKPJ Tahun 2016

Kota, Korsum
Draft Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumedang Tahun Anggaran 2016 sudah disampaikan melalui ekspos dihadapan Bupati Sumedang, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD, Kepala Bagian, serta para Camat, Selasa, (14/3) di Aula Gedung Negara.
Menurut Kasubag Otonomi Daerah pada Bagian Tata Pemerintahan, Cecep Erwin Sudaryat, LKPJ dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang telah di tetapkan melalui Peraturan Bupati Sumedang Nomor 82 tahun 2015 tentang RKPD Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2016.
Dikatakan Cecep, pemerintah Kabupaten Sumedang telah berupaya semaksimal mungkin untuk dapat mencapai target kinerja yang telah ditetapkan di RPJMD tahun 2005-2025. “Mengingat tahun 2016 merupakan tahun ketiga periode RPJMD Kabupaten Sumedang, tentunya merupakan momentum yang penting untuk dijadikan dasar mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pembangunan kabupaten Sumedang selama tiga tahun terakhir ini,” katanya.
Dalam ekspos LKPJ itu, Cecep mengungkapkan hal-hal pokok mengenai pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Sumedang tahun 2016, diantaranya meliputi pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD).
Adapun pengelolaan belanja daerah, terdiri dari belanja langsung dan belanja tidak langsung serta pembiayaan daerah beserta alokasi yang kesemuanya secara jelas dan terperinci disajikan dengan nominalnya. “Termasuk di dalamnya capaian kinerja yang diperoleh di berbagai bidang yang dituangkan secara akurat,” ungkap Cecep.
Bupati mengatakan, LKPJ harus didukung oleh semua pihak. Segala bentuk dokumen harus disiapkan, dipelajari dan dicermati secara serius. Para Kepala SKPD dihimbau untuk membaca secara teliti nota pengantar LKPJ.
“Sebab, biasanya persoalan yang timbul itu ketika kita tidak menguasai materi. Saya tidak mau pada pelaksanaanya nanti, terdapat data yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Saya yakin, kunci suksesnya penyampaian nota LKPJ nanti adalah adanya keterbukaan antara semua pihak. Selama penjelasan logis dan masuk akal, saya kira tidak ada masalah,” katanya.
Dikatakan, selain prestasi yang terhitung banyak, harus ada bagian yang di garap oleh pemerintah daerah secara serius. Misalnya bagaimana interferensi para pejabat struktural  terhadap masyarakat yang berada di daerah rawan pangan dan daerah yang terkena bencana alam, serta  mencari solusi untuk menangani masyarakat yang terkena dampak tersebut.
“Soal Jatigede, saya minta Sekda memonitoring tim penanggulangan kerawanan pangan. Tolong ditangani dengan serius masalah rawan pangan dan masalah bencana alam lainnya. Masalah ini harus segera kita selesaikan bersama,“ ujarnya.
Sementara Sekretaris Daerah, Zaenal Alimin mengatakan, LKPJ tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun. Ironisnya,  setiap LKPJ selalu muncul permasalahan yang sama. Dan masalah yang sering timbul biasanya adanya ketidaksingkronan antara data yang disampaikan dengan buku besar.
"Saya mohon, setiap SKPD dan jajarannya supaya melihat kepada buku besar, karena di dalam buku besar tersebut terdapat data-data hasil kita kerja semuanya.
Dan saya menghimbau para kepala SKPD agar terus melakukan cek dan ricek terhadap data maupun prestasi yang sudah diperoleh," ujarnya.
Terkait masalah Jatigede, Zaenal mengungkapkan, sejak jatigede dibendung pada tanggal 31 Agustus 2015 lalu, pemerintah daerah mengakui, APBD untuk mengatasi masalah tersebut memang sangat minim.
"Status bendungan Jatigede sampai saat ini masih percobaan. Daerah rawan pangan terjadi karena masyarakat kehilangan lapangan pekerjaan setelah daerahnya berubah menjadi bendungan," terangnya.
Sekretaris DPRD Kabupaten Sumedang, Achmad Kusnadi menuturkan, beberapa pengalaman proses LKPJ pada tahun-tahun sebelumnya terkait dengan konsep naskah. "Saya berharap, setelah LKPJ  bertemu dengan mitra komisi, tidak terdapat catatan-catatan. Sebab, biasanya masalah yang sering timbul itu adalah adanya perbedaan data, serta kurang bisa membangun komunikasi. Semoga LKPJ tahun ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Achmad.

Sementara itu, Asisten Pembangunan, H. Dede Hermansyah memaparkan, draft nota pengantar LKPJ saat ini secara substansial sudah relatif memenuhi, meskipun ada beberapa bagian yang harus diperbaiki. "Beberapa target capaian RPJMD harus secara jelas dicantumkan. Selain prestasi, sebaiknya harus ada isu-isu strategis yang kita angkat," pungkasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar