Jalan Amburadul Depan Terminal Ciakar

Kota,  Korsum
Jalan provinsi tepat depan terminal Ciakar luar biasa amburadul. Bahkan, musin hujan saat ini, ruas jalan itu menciptakan lubang kolam-kolam kecil yang dipenuhi Cileungcang. Dari pada As mobil patah, pengendara lebih memilih pakai jalur lawan arus meski harus beresiko bertabrakan dengan kendaraan yang datang dari lawan arah.
Kondisi jalan seperti itu, sudah lama dikeluhkan para pengendara. Namun dari tahu ke tahun, jalan yang amburadul itu tak pernah kunjung ada perbaikan, sehingga kondisinya semakin mengkhawatirkan. Meski bukan kewenangannya, Dinas PU Sumedang seharus lebih lantang melaporkan jalan hancur milik provinsi itu.
Menurut Kepala Terminal Ciakar, Atep Rochman, di ruang kerjanya, Rabu (8/3), kondisi jalan provinsi yang amburadul itu akibat tidak terkendalinya angkutan curah padat atau truk pasir yang membawa beban berat yang diperparah dengan drainase air yang tak terawat. Akibatnya, sebut Atep, jalan itu cepat rusak yang saat ini semakin tak terkendali.
“Kendaraan berat truk pasir atau batu dari Cimalaka tidak ada filter. Idealnya, dikawasan Desa Ciherang Sumedang Selatan ada jembatan timbang untuk satu arah menuju jalan kawasan Cadas Pangeran. Sehingga jika ada truk yang melebihi tonase, maka truk itu harus dibalikan lagi tak boleh diteruskan,” tandasnya.
Memang ada ada jembatan timbang di Tomo, lanjutnya, namun truk angkut pasir dari Cimalaka lolos langsung merdeka tidak kena tilang jembatan timbangan. Sehingga tak aneh, jalan provinsi yang amburadul itu sebelah kiri arah ke Bandung. Jalan rusak depan terminal ini kewenang dinas PU provinsi, tapi jika ingin awet jalan itu sebaiknya ada jembatan timbang di Desa Ciherang itu.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumedang, Sujatmoko, di Gedung Negara Sumedang, Kamis (9/3), mengatakan, jalan depan terminal Ciakar itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi tertuang dalam PP no 38 tahun 2004. Namun, kondisi jalan provinsi yang rusak itu, PU kabupaten tidak serta merta meski jalan itu berada di Kabupaten Sumedang.
“Kabupaten Sumedang tidak melakukan perbaikan hanya menyampaikan kepada pemerintah provinsi bahwa jalan dari mulai Cijelag Tomo hingga Jatinangor termasuk ruas jalan Cadas Pangeran saat ini kondisinya rusak parah, bahkan sudah sangat memprihatinkan,” tandasnya.
Sujatmoko menyebutkan, kondisi jalan provinsi cepat rusak ada beberapa faktor penyebab. Diantaranya ruang jalan itu sudah sangat tua sekitar 200 tahun yang dibangun semenjak penjajah kolonial Belanda yang diperparah dengan minimnya pemeriharaan. Disamping itu, beban berat kendaraan yang melebihi kekuatan jalan.
“Sudah jalan tua, tidak dipemelihara, dipakai kendaraan berat yang melebihi tonase, makanya jalan itu hancur terus. Sehingga untuk antisifasi cepatnya rusak jalan itu, harus ada batasan beban berat angkutan. Memang di Tomo ada Jembatan Timbangan, tapi angkutan berat truk pasir dari Cimalaka lolos tidak kena Jembatan timbang,” tuturnya.

Terkait soal jembatan timbang itu juga sudah diusulkan supaya truk pasir dan batu dari Cimalaka itu ada batasan. Namun kata kadis, usulan tinggal usulan kenyataannya sampai saat ini belum ada realisasi dengan alasan belum turun anggaran. Akibatnya jalan provinsi yang ada di Sumedang semakin amburadul tak terkendali.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar