Jembatan Berlubang di Jalan Nasional Ancam Pengguna Jalan


Kota, Korsum
Jembatan berlubang di ruas jalan nasional, tepatnya di Jalan Raya Bandung-Cirebon, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang mengintai pengguna jalan.
Karena terus dibiarkan lubang yang terdapat di ruas jalan bagian kiri arah Sumedang menuju Bandung ini kian membesar. Warga sekitar yang khawatir lantas menancapkan bambu sebagai peringatan agar pengguna jalan berhati-hati. Kondisi jembatan sendiri sudah uzur dimakan waktu dan sejak dibangun puluhan tahun silam tak pernah direhab atau direvitalisasi.
Warga setempat, Maman Suherman ( 38), mengaku khawatir jembatan tersebut ambruk seketika, apalagi saat ini nyaris 24 jam setiap harinya harus menanggung beban berat karena lalu lintas angkutan berat yang melebihi tonase beban jembatan.
“Meski sekarang itu ukuran lubangnya masih kecil. Tapi kalau ada kendaraan yang tak tahu di sana ada lubang pasti ngajungkel (celaka), apalagi kalau motor, bisa bahaya. Makanya, sebelum ada petugas dishub yang memasang ppenghalang, kami tancapkan bambu di sana,” ujarnya, Selasa (20/3).
Jembatan tersebut, kata dia, telah ada sebelum dia lahir dan sepengetahuannya tak pernah ada perbaikan. “Mungkin dibangunnya jaman Belanda bareng sama pembangunan Cadas Pangeran, saya kurang tahu juga. Yang pasti sekarang kondisinya memprihatinkan, apalagi kalau truk besar melintas, jembatan bergetar sering terasa,” tuturnya.
Jika dibiarkan, kata dia, khawatir jembatan tersebut ambruk, dan lubang yang dibiarkan terus menganga akan memakan korban jiwa. “Apalagi kalau malam, ada pengendara motor yang tak tahu kondisi jembatan bisa celaka,” ucapnya.
Ditemui di tempat yang sama, warga Kecamatan Tanjungsari, Amar (42), mengaku khawatir melihat kondisi jembatan yang berlubang. "Tiap hari saya pulang pergi Tanjungsari-Sumedang tapi lubang di jembatan itu tak kunjung diperbaiki dan makin lebar. Saya suka khawatit kalau pulang malam, apalagi dalam kondisi hujan. Ya, kami kan bayar pajak tak pernah lewat, seharusnya melihat jembatan rusak begini itu pemerintah cepat memperbaikinya,” harapnya.
Sementara, Ketua Komisi D DPRD Sumedang, Dadang Rohmawan, mengatakan, meski jembatan tersebut kewenangan pemerintah pusat, namun pihaknya (DPRD Sumedang) telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Kami sudah cek ke lokasi dan kondisinya memang membahayakan. Kami telah menyampaikan ke pusat agar cepat diperbaiki. Kami telah mendesak pusat agar segera diperbaiki,” sebutnya.
Selain memperbaiki lubangnya, lanjut dia, pihaknya meminta pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar menurunkan tim ahli untuk mengecek kondisi kelaikan jembatan tersebut.
"Kondisinya memang sudah uzur. Tak hanya yang di Ciherang, sejumlah jembatan di Sumedang banyak yang sudah memprihatinkan, jangan sampai menunggu salah satu jembatan ini ambruk, pusat baru turun. Kami sudah meminta pusat juga agar melakukan pengecekan kelaikan jembatan khususnya yang ada di Sumedang,” katanya.**[F.Arif]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar