Kuota Raskin Ditambah 8 Persen

Kota. Korsum
Memang malu jika disebut Kabupaten Sumedang terus bertambah Keluarga Miskin (Gakin). Namun, mau tidak mau hal itu tak terbantahkan, buktinya kuota Beras Miskin (Raskin) untuk Sumedang minta ditambah lagi sekitar 8 persen dari kuota sebelumnya. Sebab, kuota Raskin itu harus berbanding lurus dengan jumlah data Gakin.
Bertambahnya jumlah Gakin itu, Pemda Sumedang menggelar Rakor membahas penambahan kuota Raskin. Menurut Asisten Pembangunan Dede Hermasah menyebutkan, data awal Gakin di Sumedang sekitar 74 ribu KK. Namun sekarang Gakin itu bertambah menjadi sekitar 81 ribu KK.
“Sebelumnya, kuota Raskin Sumedang sekitar 1,110,000 kilogram untuk Gakin 74 ribu KK. Sekarang harus ada sekitar 1,215,000 kilogram untuk Gakin yang jumlah bertambah menjadi 81 ribu KK. Pemda Sumedang harus mengusulkan penambahan kuota Raskin sekitar 8 persen,” jelas Asisten di ruang kerjanya, Rabu (15/3).
Disebutkan, sedikitnya 30 ribu KK OTD Jatigede saat ini potensial rawan pangan. Mau tidak mau dampak adanya Waduk Jatigede sebagian warga Sumedang bergeser ke Gakin. Jumlah rumah tangga warga OTD  masih tetap, tapi 2016 terlihat bahwa OTD yang direlokasi itu sangat membutuhkan Raskin.
“Digelarnya Rakor ini untuk mempercepat saluran Raskin ke Sumedang karena saat ini sudah masuk bulan ketiga (Maret) 2017. Sehingga, bagi yang sudah masuk datanya, akan segera disalurkan terkecuali data itu belum masuk, maka saluran Raskin  akan ditangguhkan dulu,” tandasnya.
Dikatakan, tahun kemarin penyaluran Raskin sedikit terhambat karena sebagian data belum masuk, padahal Raskin sangat dinanti. Ada beberapa desa yang berkurang jumlah Gakinnya, tapi ada juga desa yang bertambah Gakinnya. Sehingga, jika data itu belum masuk akan menjadi masalah sementara data itu harus betul-betul falid.
Diakui atau tidak dengan adanya Waduk jatigede, Sumedang bertambah  jumlah angka Gakin dengan kategori kemiskinan beberapa indikator. Warga OTD Jatigede lanjut Dede, meski  dilihat rumahnya cukup bagus punya TV dan motor, tapi OTD itu tidak punya kemampuan untuk hidup.
“Artinya, kategori kemiskinan itu sebenar tidak miskin, tapi mereka potensi terjadi kerawanan pangan karena tidak punya kemampuan untuk hidup. Apakah OTD seperti itu harus dibiarkan?. Dia tetap harus punya jatah Raskin karena jika dibiarkan, maka akan benar-benar terjadi rawan pangan,” tandasnya.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar