Pertamini Sistim Engkol Tak Bisa Dijadikan Alat Ukur

Kota, Korsum
Pedagang bahan bakar eceran (pertamini) yang pengisiannya dengan sistim engkol, kini semakin menjamur. Hampir di setiap jalan mulai perkotaan hingga ke pelosok-pelosok para pedagang BBM eceran lebih banyak menggunakan sistem itu, karena lebih praktis. Sedangkan biaya pun relatif lebih murah dibanding alat dengan sistem digital. Padahal,   cara pengisian sistem itu tidak bisa dijadikan alat ukur, bahkan sudah dinyatakan illegal oleh Direktorat Metrologi.  
Kepala UPT Kemetrologian, Rini Komala, di kantornya, Rabu (15/3), mengatakan, sistem seperti itu tidak bisa dijadikan alat ukur dan tidak bisa ditera. Alat bisa dikatakan legal apabila ada ijin tipe atau tanda pabrik yang dikeluarkan oleh Dirjen Metrologi dan alat tersebut bisa ditera ulang.
“Pada alat tersebut tidak tertera ukuran liter, tetapi yang dicantumkan nilai uang. Lagi  pula untuk meyakinkan pas atau tidaknya jika membeli BBM agak sulit, karena langsung masuk ke dalam tank pembeli tidak pernah mengecek kembali BBM yang sudah dibeli meskipun terkadang ada keraguan dalam hatinya,” terangnya.
Berbeda dengan alat yang sistem digital bekas pertamina, sebut Rini, disana sudah dicantumkan jumlah liter berikut harga, namun demikian itu pun tidak yakin jika dalam angka yang tercantum itu benar-benar sudah sesuai atau tidak, karena alat itu sudah bekas dan harus ditera.

Rini menambahkan, para pedagang yang menggunakan sistem engkol itu yakin tidak berijin, karena untuk legal aspek ijin berjualan salah satunya mengenai alat harus bisa ditera, sedangkan itu tidak bisa ditera. “Memang  pengawasannya ada di bagian metrologi tetapi kami baru koordinasi. Kami masih menunggu petunjuk dari pusat dan tidak bisa bertindak sendiri-sendiri karena personil kami ini hanya beberapa orang, sedangkan  pekerjaan banyak mulai dari timbangan, literan, meter air, meter listrik dan sebagainya,” pungkasnya.**[Asep Nandang]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar