Rongsokan Besi Tua Siap Lelang

Cimalaka, Korsum
Tahun ini, peremajaan alat berat di Worksop PU Cimalaka masih belum jelas teralisasi, meski beberapa kali diusulkan. Kondisi Worksop saat ini banyak alat berat yang sudah terpakai bahkan keadaanya sudah menjadi rongsongan besi tua. Namun, katanya, alat berat besi tua itu diusulkan segera dilelang.
Kepala UPTD Worksop, Saeful Rohman, di ruang kerjanya, Rabu (1/3), mengatakan, kondisi alat berat besi tua itu tidak dimungkinkan diperbaiki karena jika diperbaiki akan menelam biaya tinggi. Tahun ini (2017), pihaknya mengusulkan besi tua itu di dum atau dilelang dari pada dibiarkan ngajugrug teu aya guna di area Worksop.
“Besi rongsongan itu seperti Motor Gredeer, Vilder, Loader, TR, Mesin Gilar 4 ton, Dam truk. Semua alat berat tersebut merupakan pengadaan tahun 1989 yang saat ini sudah tidak dapat diperbaiki lagi karena jika diperbaiki anggarannya lebih besar. mendingan kita beli yang baru dari pada diperbaiki,” sebutnya.
Anehnya, target PAD-nya harus ditingkatkan meskipun Worksop merasa keberatan. Dengan alat berat tua ini, bukannya diturunkan malah dinaikan, atau minimal tetap. Bulan depan, lanjutnya, banyak pekerjaan di desa, sehingga berharap pekerjaanya Penetrasi bukan Hotmik.
“Sebab, di Worksop belum punya ANP atau alat Hotmik dan Rizik meski beberapa kali sudah mengusulkan. Namun hingga saat ini, belum ada realisasi karena mungkin terbentur anggarannya,” sebutnya.
Untuk mesin gilas masih bisa terlayani meski harus saling tunggu giliran karena alatnya sangat terbatas. Usulan peremajaan alat berat ini ujar Saeful sudah diusulkan bahkan sudah sampai ke tingkat pusat. Dari dinas mengusulkan ke bupati dan buipati itu sudah mengusulkan ke pusat seperti Buldouzzer, Beko dan Teleler.
Diyakini,  jika ada alat berat yang baru, maka PAD-nya akan meningkat. tapi kendala anggaran Pemda yang terbatas sehingga usulan itu belum teralisasi, sementara alat berat tua dan usang bahkan bila dipaksakan akan mogok ketika temui jalan nanjak.
“Dulu pernah rapat di DPRD menimta meninjau kondisi Worksop. Waktu itu (2016) datang dari 5 orang dewan ini dan berjanji akan ada peremajaan, tapi saat ini tidak lagi terdengar soal realisasinya,” katanya.
Disebutkan, target PAD 2017 menjadi Rp 241juta lebih ada kenaikan Rp 3 juta dari tahun sebelumnya (2016) dimana targetnya hanya sekitar Rp 238 juta. Meski banyak alat berat rusak tapi anggaran perbaikan masih tetap sekitar Rp 155 juta pertahun sehingga tidak mencukupi.
Sebelumnya, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumedang, Sujatmoko mengakui, kondisi alat berat di Worskop sudah sangat memprihatinkan. Bahkan beberapa alat berat sudah total tak berfungsi dan tak mungkin bisa dilakukan perbaikan lagi. Hingga akhirnya alat berat itu menjadi dereratan besi tua tak berguna.
Namun PAD-nya tahun ini mengalami kenaikan tanpa adanya penambahan atau penggantian terhadap alat berat yang sudah tak berfungsi itu. Untuk mengejar target PAD itu, diantara alat berat terjadi kanibalisme karena adanya beberapa faktor yakni biaya pemeliharaan sangat minim termasuk belum adanya peremajaan.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar