29 Milyar Untuk Rekonstruksi Pascabencana Sumedang

Kota, Korsum
Ada angin segar bagi pemeritah Kabupaten Sumedang setelah Bupati mengikuti rakor penanggulangan bencana bersama 91 kabupaten/kota dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam pertemuan di Auditorium lantai 15 Graha BNPB, Jakarta Timur itu, Pemkab Sumedang akan mendapat bantuan hibah sekitar Rp 29,8 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Sumedang tahun 2016 lalu.
Pada Rabu, (29/3/) lalu, Bupati Sumedang H. Eka Setiawan telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Tahun Anggaran 2017 dihadapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Boediarso Teguh Widodo.
Dalam NPHD Nomor PHD-30/RR/PK/2017 tertanggal 29 Maret 2017, menyebutkan dalam rangka bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana T.A. 2017, Kabupaten Sumedang. Menurut Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Boediarso Teguh Widodo, pemerintah daerah penerima hibah diharapkan dapat menjaga komitmen dalam menggunakan dana hibah sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh BNPB.
“Pemerintah Daerah memiliki waktu selama 12 bulan sejak dana hibah diterima di Rekening Kas Umum Daerah, sehingga harus segera melakuan persiapan untuk percepatan penganggaran dan realisasi penggunaan dana hibah di daerah,” katanya.
Boediarso pun berpesan agar Pemda tetap mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance dalam pengelolaan hibah alokasi dana tersebut.
Bupati Eka Setiawan menyebutkan, bantuan ini merupakan tindaklanjut dari proposal awal untuk rehabilitasi dan rekonstruksi  pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sumedang yang telah diserahkan kepada BNPB melalui BPBD Kabupaten Sumedang.
“Sesuai dengan ketentuan, setelah adanya dana hibah bagi Sumedang ini, kita harus segera melakukan proses penganggaran dengan melakukan perubahan pada peraturan bupati mengenai penjabaran APBD, yang nantinya perubahan peraturan ini dituangkan dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang,” ujar Eka.
Ditemui terpisah, Kepala BPBD Sumedang, Ayi Rusmana mengungkapkan, setelah penandatanganan NPHD tersebut, selanjutnya ia bersama calon Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hibah serta SKPD terkait lainnya, akan melaksanakan asistensi penyusunan Rencana Kerja Anggaran Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, yang rencananya akan dilaksanakan mulai hari Selasa (18/4) hingga Kamis (20/4) mendatang, di Hotel Redtop Jakarta Pusat.
“Namun pada Senin (17/4), kita pun diundang untuk mengikuti sosialisasi peraturan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana TA. 2017 sebagai tindak lanjut penandatanganan perjanjan hibah bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, yang akan diselenggarakan di tempat yang sama,” ungkapnya.
Sekretaris BPBD, Joni Subarya menambahkan, pasca kejadian bencana tersebut pihaknya bersama Sekda dan tim penanggulangan bencana berkonsultasi ke BNPB dan anggota DPD RI. "Saat itu kita diminta segera melakukan rencana aksi pasca bencana. Kita pun menyusun rencana dan membuat kajian kebutuhan pasca bencana (jitupasna) untuk tahun 2016 hingga tahun 2018," ungkapnya, Senin (3/4) di ruang kerjanya.
Hasil jitupasna 2016 - 2018 tersebut, lanjut Joni, total kebutuhan untuk relokasi dan rekontruksi sebesar Rp 134 miliar, termasuk untuk nilai kerusakan dan kerugian. Untuk rencana aksi tahun 2017 ini, BPBD mengajukan proposal dengan nilai Rp 67 miliar. Tapi yang direalisasikan dalam NPHD hanya sebesar Rp 29,8 miliar.
"Kalau dilihat dari alokasi dalam proposal, nilai Rp 29,8 miliar cukup untuk membangun hunian tetap (huntap) sebanyak 188 unit rumah di Desa Margalaksana Kecamatan Sumedang Selatan, termasuk fasos fasum dan akses jalan," ungkapnya.
Pengelolaan dana hibah ini nantinya akan diawasi oleh konsultan manajemen dan konsultan teknis serta dinas teknis dan inspektorat. "BPBD sendiri hanya sebagai koordinator dan fasilitator saja," pungkas Joni.**[hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar