Ancam Pemukiman, TPT Cipeles Runtuh

Kota, Korsum
Tembok Penahan Tebing (TPT) sepajang 5 meter dengan ketinggian 7 meter di bantaran Sungai Cipeles, belum lama ini, Rabu (12/4), runtuh hingga amburadul. Kejadian itu merupakan ancaman longsor bagi warga yang tinggal di bantaran sungai karena pengangga pemukiman (TPT) sudah runtuh, tepatnya Dusun Bojong Ragadiem Kelurahan Kota Kulon  Kecamatan Sumedang Selatan.
Menurut warga setempat, Dudun, di lokasi kejadian, Rabu (12/4), kejadian itu datang secara tiba-tiba diiringi suara keguruh batu ngaburusut dari TPT  runtuh yang langsung terjun dari ketinggian 7 meter hingga berserekan dipinggir sungai Cipeles.
 “TPT yang dibangun tahun 2011 itu kini runtuh seketika. Namun dengan runtuh TPT itu tidak hanya  mengancam terhadap TPT yang masih berdiri, tapi ancaman longsor terhadap beberapa rumah warga di bantaran sungai karena penahannya (TPT) sudah runtuh,” ujarnya.
Panjang TPT di bantaran sungai Cipeles  sekitar 20 meter. Tapi kini posisi TPT itu semakin anjlok menurun. Menurut Dudun, TPT ini posisinya sudah ngaganjung akibat pondasinya habis terkikis air sungai. Dipastikan akan terjadi runtuh susulan sehingga pemukiman warga akan hanyut terbawa longsor jatuh ke sungai.
Kekhawatiran terus menghantui, maka di malam hari  rumah warga dikosongkan antisifasi terjadi longsor. Sebab, tanah pemukiman menjadi labil hingga potensi adanya longsor akibat tidak ada lagi penahan (TPT).  Bahkan ketika hujan besar jelas Dudun, pemukiman sering direndam banjir setinggi 1,5 meter akibat luapan air sungai Cipeles.
Hal sama dikatakan Komarudin, tetangga dekat Dudun. TPT runtuh itu ujar dia, tepat depan rumahnya sehingga dia dan keluarga tak berani tinggal dirumah. “Lebih baik mengungsi ke rumah saudara yang jauh dari ancaman longsor. Saya minta tolong Pemda agar melakukan antisifasi cepat, sebelum rumah saya ini terbawa longsor dan hanyut ke sungai Cipeles,” tuturnya.
Kepala BPBD Kabupaten Sumedang, Ayi Rusmana saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/4), mengaku hingga saat ini pihaknya belum terima laporan soal adanya TPT bantaran sungai Cipeles yang runtuh. Kendati demikian, BPBD akan segera lakukan peninjauan kelokasi kejadian.
Diakui, TPT yang runtuh itu bukan kewenangan Pemda Sumedang. Namun atas kejadian itu, setidaknya BPBD akan koordinasi dengan pihak BBWS Cimanuk- Cisanggarung. Bahkan akan lakukan evakuasi warga yang terancam longsong termasuk menghimbau kepada warga setempat agar tinggalkan pemukiman untuk menjaga runtuh susulan TPT disebelahnya.**[yf saefudin] 


  
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar