Bangunan di Burujul langgar GSB, Warga pun Resah

Sumut, Korsum
Dengan berdirinya bangunan baru yang kini kontruksinya sedang di kerjakan, tampak di depan berada di jalan Prabu Gajah Agung (jalan Arteri) dan bangunan belakangnya berada di posisi jalan Burujul – Gending (jalan Kabupaten) di lingkungan Rt 02 Rw 07 kelurahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan. Hal itu, khususnya bangunan belakang disinyalir melanggar Peraturan Menteri Nomor 29 tahun 2006 tentang administrasi teknis dan persyaratan teknis kaitan pelaksanaan pembangunan.
“Benteng ini terlalu tinggi, apakah tidak kawatir nantinya akan roboh? Saya perkirakan benteng bangunan ini tingginya kurang lebih 9 meteran, kalau ada angin kencang bagaimana? Kan jalan Bururjul – Gending ini banyak yang lalu lalang kendaraan baik roda empat ataupun roda dua, kenapa Pemkab sepertinya tidak ada perhatian, apakah ijin bagaiamana?,” tanya salah satu pengguna jalan dengan menggunakan kendaraan roda dua Ukim saat dikonfirmasi Korsum Jumat (31/3) di jalan Burujul – Gending.
Dikatakan Ketua Rt 02 Rw 07 keluarahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan Yayat mengatakan bahwa warganya sudah menyetujui atas pembangunan gedung tersebut, selain itu, perhatian dari pemilik gedung itu juga siap bertanggung jawab ketika suatu nanti ada kerugian yang di rasakan oleh warga sekitar.
“ Awalnya memang agak tersendat soal ijin lingkungan, tapi setelah ketemu jalan keluarnya, akhirnya warga pun mau menanda tangani ijin lingkungan sebagai proses awal pembuatan ijin, karena pada dasarnya warga kami ini tidak akan mempersulit siapapun yang akan membangun apalagi di pakai untuk usaha, namun, kaidah aturan tetap harus di tempuh, kalau untuk ke tahap kompensasi kami pun belum mendapatkan dari perusahaan,” akunya saat dikonfirmasi Korsum di kediamannya.
Menindak lanjuti atas pelanggaran terhadap Peraturan Menteri no 29 tahun 2006 atas bangunan yang melanggar ketinggian benteng yang tidak sesuai dengan aturan tersebut, kepala seksi Pengendalian pada bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumedang Sari Ayu mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat kepada instansi terkait soal pelanggaran tersebut.
“ Kami sudah memberikan surat pemberitahuan atas bangunan yang tidak sesuai dengan aturan itu, surat pemberitahuan tersebut sudah kami layangkan kepada pemiliknya ibu Lin dan sebagai tembusannya kepada Kelurahan Kota Kulon, kecamatan Sumedang Selatan, Pol PP Kabupaten, ke Pak Asda Pembangunan, ke pak Sekda dan ke pak Bupati Sumedang,” jelas Sari Ayu saat dikonfirmasi Korsum Jumat (31/3) di ruang kerjanya.
Sesuai dengan peraturan, kata Sari Ayu, bahwa jarak Garis Sepadan Bangunan (GSB) itu adalah enam meter, sementara, bangunan tersebut tiga setengah meter, tidak hanya itu, tembok benteng yang berdiri pun sudah kembali menyalahi aturan, sementara, didalam aturan, tegakan benteng itu ketinggiannya maksimal tiga meter, sementara, kenyataannya setelah diukur, ketinggiannya tujuh meter setengah,
“ Didalam hal ini, jelas pelanggaran di Peraturan Menteri nomor 29 tahun 2006 tentang administrasi teknis dan persyaratan teknis kaitan pelaksanaan pembangunan gedung. Merujuk kepada petunjuk teknis yang ada pada Permen tersebut, sementara, didalam perda nomor 15 tahun 2011 tentang bangunan gedung bahwa setiap langkah pembangunan harus melewati IMB, dan sesuai dengan petunjuk teknis, yang salah satunya ketinggian benteng maksimal tiga meter,” katanya.**[Dady]


Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar