Bupati Resmikan Hasil Pembangunan T.A 2016

Kota, Korsum
Proyek pembangunan tahun anggaran 2016, seluruhnya telah dilaksanakan melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa.
Bupati Eka Setiawan menyebutkan, berdasarkan data dari Bagian Pengendalian Pembangunan (Dalbang) Setda, jumlah kegiatan pengadaan barang sebanyak 605 paket, pengadaan jasa konstruksi sebanyak 2.111 paket, pengadaan jasa konsultansi sebanyak 91 paket, dan pengadaan jasa lainnya sebanyak 111 paket, dengan jumlah dari rencana umum pengadaan sebanyak 5.515 paket yang mempunyai nilai kontrak sebesar 768,835 miliar.
Adapun proyek-proyek pembangunan yang diresmikan yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Sumedang, diantaranya Proyek penggantian jembatan Rancapurut di Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara, Renovasi bangunan rawat inap UPTD Puskemas Tomo; Antisipasi anomali iklim dan konservasi air/perbaikan Embung di Desa Sakurjaya dan Desa Ujungjaya Kecamatan Ujungjaya, serta Penataan/pemagaran halaman gedung Kantor Kecamatan Jatigede.
Selain proyek-proyek pembangunan yang berasal dari APBD Sumedang, lanjut Bupati, juga terdapat proyek yang bersumber dari APBN. Yaitu berupa perluasan 250 hektare sawah di Kecamatan Ujungjaya. Kemudian proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yaitu proyek pembangunan rehabilitasi Gedung Pasar Darmaraja, dan proyek dari dana fungsional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang yang telah menyelesaikan pembangunan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu dan Pelayanan Administrasi RSUD Sumedang.
Bupati Eka mengaku, dari tahun ke tahun pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Sumedang mengalami peningkatan. "Pada Hari Jadi Sumedang ke-439 ini, kita patut bersyukur. Karena pembangunan di Kabupaten Sumedang telah mengalami perubahan di semua sektor, baik fisik maupun non fisik, menuju ke arah yang lebih baik," ujarnya usai Upacara Hari Jadi Sumedang ke-439, dihadapan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Para Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang termasuk para Kepala Desa dan seluruh peserta Upacara, Senin, (17/4) di Alun-alun Sumedang.
Bupati juga mengatakan, desa-desa yang ada di 6 kecamatan yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede, yaitu Kecamatan Jatigede, Jatinunggal, Wado, Darmaraja, Situraja dan Cisitu, akan dianalisis oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Parisiwata RI, sehingga pada tahun 2017 ini akan dipilih 4 desa yang mempunyai kekhasan daerah sebagai syarat dijadikannya model pembangunan Desa Wisata.
"Desa Wisata dimaksud yang mencakup wisata tirta, wisata kuliner, wisata kerajinan tangan dan wisata fashion," katanya.
Sebagaimana diungkapkan Menteri Pariwisata yang datang bersama anggota komisi X DPR RI asal Kab. Sumedang, H. Dony Ahmad Munir saat menghadiri acara Festival Pesona Jatigede kemarin, saat ini Kementerian Pariwisata tengah menyusun secara matang sebuah rencana induk kawasan Waduk Jatigede guna membangun kawasan pariwisata Jatigede," ungkapnya.
Apabila nantinya Waduk Jatigede bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia, lanjutnya, diharapkan Waduk Jatigede kedepan akan terus berkembang. "Kita yakini pula, segala potensi keberadaan Waduk Jatigede dan pembangunan di Sumedang akan mampu memberikan kontribusi yang besar bagi kesejahteraan masyarakat Sumedang," pungkasnya.**[hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar