Kasus Pasar Wado ke Tahap Penyidikan Kejaksaan dan Tim Ahli Kembali Lakukan Audit

Wado, Korsum
Kasus pembangunan Pasar Wado kini tengah ditangani oleh Kejaksaan Negeri  Sumedang hingga beberapa saksi pun telah dipanggil untuk melengkapi puldata pulbaket, sampai kasusnya ditingkatkan menjadi penyelidikan (Lid) dan sekarang sampai ke tahap penyidikan (Dik) yang segera akan memunculkan nama nama tersangka yang terlibat didalamnya.
“Sudah dua kali kami memeriksa dan langsung turun ke lapangan dengan tim penyidik yang lainnya, terakhir kami selama dua hari kemarin pada hari Selasa dan Rabu (28-29/3) memeriksa kembali dengan tim penyidik serta tim ahli dari Polban ITB, untuk menghitung berapa besar kerugian negaranya,” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Sumedang, Deny Merincka Pratama, saat dikonfirmasi Korsum, Rabu (29/3), di lokasi Pasar Wado.
Kasus pasar Wado ini, kata Deny, sekarang sudah ke tahap penyidikan yang artinya tim penyidik akan segera memunculkan nama nama tersangka yang terlibat didalamnya. Untuk saat ini, kata Deny, pihaknya akan menghitung dulu secara detil dengan tim ahli dari Polban ITB seberapa besar kerugian negaranya. “Setelah menghitung berapa besar kerugian negaranya, dari anggaran sebesar Rp 6,8 milyar itu, kami akan segera memunculkan nama nama tersangka yang terlibat,” tegasnya.
Sementara, di lokasi pasar, tim ahli dari Polban ITB membongkar lima titik untuk dijadikan sample, sekaligus memeriksa kwalitas dan ketahanan bangunan Pasar Wado tersebut, temuan di lapangan bahwa blok daging, pagar halaman pasar Wado dan blok toilet setelah dibongkar pondasi yang digunakan adalah pondasi yang lama, sementara di dalam RAB pondasi tersebut dibangun kembali alias baru. Selain itu, besi yang terpasang baik di tiang coran atau di pondasi tidak lengkap, ditambah lagi jalan aspal curah di pasar Wado dengan kwalitas buruk.
Seperti dilansir di Koran ini sebelumnya, pasca bencana kebakaran Pasar Wado tahun 2013 lalu, akhirnya Pemda Sumedang mengusulkan anggaran kepada Pemerintah Pusat untuk pembangunan kembali Pasar Wado, dan anggaran pun dikucurkan pada tahun 2014 untuk pembangunan pasar Wado sebesar Rp 6,8 milyar. Sementara tender dimenangkan oleh PT. Duta Metro Media (DMM) yang dilaksanakan oleh saudara Dodi dan Abun. Namun, pelaksanaan pekerjaan oleh Dodi dan Abun tersebut ditengah perjalanan terhenti hingga dua orang itu raib.

Setelah raibnya Dodi dan Abun, pemilik PT. DMM Coki meneruskan pekerjaan pembangunan Pasar Wado, karena Dodi dan Abun hanya sebatas meminjam bendera PT. DMM atas kepemilikan saudara Coki, masalah pun makin bertambah dengan adanya pemilik material belum dibayar dan lainnya.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar