Marak Iklan Cabup di Angkot Dinilai Tidak Layak Jalan

Kota, Korsum
Walaupun Pilkada Sumedang  masih lama tepatnya 2018,  akan tetapi iklan bakal calon bupati Sumedang, sudah  marak. Dan yang paling menyita perhatian adalah menempel di kaca belakang angkutan kota (angkot) sejumlah trayek di Sumedang.
Hal ini disorot Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang karena iklan tersebut membuat angkot tidak lagi laik jalan.
Menurut Kepala UPT KIR (Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor) Dishub Sumedang, Sule Sulaeman mengatakan, pemasangan iklan di kaca belakang angkot memang hak pemilik angkot, namun tetap dibenarkan karena dengan terpasangnya iklan tersebut membuat angkot tersebut tidak laik jalan.
"Itu (iklan balon bupati) menempel di angkot memang hak pemilik angkot. Tapi saat uji KIR ke sini, pemilik angkot harus menerima jika kami mencopotnya secara paksa. Sudah ada tiga angkot yang saat uji KIR kami copot iklan beberapa balon Sumedang yang menempel di kaca belakang angkot itu," ujarnya kepada Korsum Selasa (4/4) di ruang kerjanya.
Lebih lanjut Sule mengatakan bahwa, pihaknya bisa melakukan penindakan sebatas saat pemilik angkot melakukan uji KIR. Selebihnya, untuk menertibkan seluruh iklan di angkot tersebut adalah kewenangan Satpol PP Sumedang.
"Untuk penertiban itu kewenangan Satpol PP Sumedang. Tapi bila saat uji KIR, iklan itu masih terpasang, ya kami copot," akunya
Sementara, salah seorang pemilik angkot yang minta namanya tidak dikorankan mengaku senang jika pihak terkait mencopot iklan balon Bupati Sumedang tersebut di angkotnya.
"Balon yang pasang iklan di angkot kami tentunya bayar. Tidak perlu disebutkanlah ya berapa-berapanya. Tapi yang pasti kami senang kalau dicopot. Nanti kan ada dari calon lain yang minta gambarnya di pasang di angkot kami, ya harus bayar dong" Ucapnya ** [Acep Shandy|adam]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar