Masih Moratorium, Tak Ada Rekrutmen CPNS Jalur Umum

Kota, Korsum
Saat ini pemerintah masih harus menyelesaikan pengangkatan CPNS dari jalur khusus seperti bidan PTT, dokter PTT, penyuluh pertanian, dan guru garis depan (GGD) sehingga untuk rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur umum tahun ini dipastikan nihil.
"Belum ada rencana merekrut CPNS jalur umum. Saat ini posisinya masih moratorium. Apalagi anggarannya juga tidak ada," kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik KemenPAN RB, Herman Suryatman, Jumat (31/3).
Rekrutmen yang tengah berjalan sekarang, menurut Herman, hanya untuk formasi khusus dan anggarannya telah tersedia. Contohnya, rekrutmen bidan PTT dan dokter PTT, anggarannya sudah terdata di Kementerian Kesehatan pusat hingga daerah. Demikian juga guru garis depan (GGD) dan penyuluh pertanian.
"Kalau yang jalur umum, anggarannya tidak disiapkan. Yang kami lakukan adalah melakukan redistribusi pegawai dari instansi berlebih ke instasi yang kurang," tuturnya.
Selain dari formasi khusus, rekrutmen CPNS dimulai dari sekolah ikatan dinas. Siswa yang lulus tes bisa masuk di sekolah ikatan dinas, dan begitu lulus tidak perlu mengikuti tes CPNS lagi.
Tapi Herman menambahkan, pendaftaran sekolah ikatan dinas telah resmi ditutup Jumat kemarin (31/3), namun hingga batas akhir pendaftaran, tercatat sebanyak 284.697 pelamar yang mendaftar. Sedangkan yang bakal diterima sebanyak 10.389 siswa. Jumlah peminat pada tahun ini pun meningkat 0,22% dari tahun sebelumnya.
"Antusiasme ini menunjukkan minat untuk menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) masih tinggi di kalangan masyarakat. Pasalnya, lulusan sekolah ikatan dinas nantinya akan menjadi seorang ASN," ujarnya.
Disebutkan Herman, dari jumlah pendaftar keseluruhan, lebih dari separuhnya mendaftar pada Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) yakni sebanyak 166.315 pelamar, padahal kuota yang tersedia sebanyak 6.961. Di posisi terbanyak kedua adalah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebanyak 48.657 pendaftar.
Kemudian Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) sebanyak 24.226 pendaftar. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) sebanyak 13.707 pelamar. Sementara pada Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) sebanyak 11.154 pelamar. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) sebanyak 9.377 pendafar. Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) sebanyak 8.441 pendaftar, dan Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) dengab pendaftar sebanyak 2.280 orang.
"Setelah melakukan pendaftaran, para peserta harus menjalani beberapa tes sebelum diterima di sekolah tersebut yang diatur oleh masing-masing instansi. Lalu para pendaftar itu juga diwajibkan menjalani Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT)," pungkas Herman.**[hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar