O2SN dan FLS2SN Minim Anggaran

Kota, Korsum
Meski kegiatan Olimpiade Olah raga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) minim anggaran, tapi tetap berlangsung meriah. Ribuan siswa-siswi SD dan SMP se-Kabupaten Sumedang mengikuti devile dalam rangka pembukaan (O2SN), ( FLS2N ) serta Jambore Himpaudi ke-4 Tahun 2017 di Alun-alun Sumedang, Kamis (30/3).
Dalam acara tersebut, kontingen dari berbagai sekolah menampilkan berbagai macam kreasi yang menjadi kebanggan sekolah masing-masing seperti marching band, seni tradisional reak, tari umbul, delman hias dan lain-lain yang dipertontokan kepada Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan serta tamu undangan dan para penonton yang memadati arena tempat berlangsungnya acara.
Walaupun kegiatan ini anggarannya minim karena kondisi keuangan daerah yang mungkin tidak ada. Tapi, kegiatan tetap berjalan dengan meriah, sebab ini merupakan ajang evaluasi lomba seni, festival dan olompiade yang rangkaiannya cukup panjang, mulai dari olimpiade sain, LP2SN dan literasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Sonson Nur Ikhsan melalui Sekertaris Dinas, Unep Hidayat, Kamis (30/3).
Dikatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan Dinas Pendidikan serta sekolah SD dan SMP. “Semuanya diawali dengan seleksi yang dimulai dari level sekolah, sub rayon,  kabupaten hingga provinsi dan nasional, untuk tingkat sekolah SMP," jelasnya.
Sedangkan untuk tingkat SD, lanjut dia, dimulai dari level sekolah, kecamatan hingga tingkat kabupaten. Atlet yang memenangkan perlombaan di tingkat kabupaten, akan diikut sertakan pada ajang lomba tingkat provinsi bahkan hingga tingkat nasional.
Dalam pelaksanaannya yang dijadwalkan hingga tiga hari kedepan itu, ada sekitar sepuluh cabang olah raga yang dipertandingkan, bola voly, sepak bola, tenis meja, atletik, karate, bulu tangkis, sepak takrau, renang dan pertandingan catur. “Sedangkan cabang kesenian yang dilombakan terdiri dari tujuh cabang, antara lain, lomba tari daerah, tari kreasi, pidato bahasa Indonesia, lomba dongeng, lomba pupuh, melukis dan membaca cepat sekaligus mereviyu,” tuturnya.

Lebih jauh ia menyebutkan, karena keterbatasan anggaran dari pemerintah daerah, terpaksa kegiatan ini didanai dari hasil iuran setiap sekolah. Dan hal tersebut dinilai tidak menyalahi aturan. “Sedangkan anggaran dari APBD akan dialokasikan untuk mendanai olimpiade tingkat provinsi nanti,” pungkasnya.**[F.Arif]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar