Pelaksana Tol Cisumdawu Dituntut 10 M

Kota, Korsum
PT. Metallurgical Corporation of China (MCC) merupakan perusahaan asing (Men-Kont) pelaksana proyek Tol Cisumdawu Seksi 2 Pamulihan-Sumedang. Perusahaan asal Tiongkok itu (MCC), kini dihadapkan ancaman tuntutan Rp 10 miliar dari salah satu sub-kont lokal PT. Jericho Abadi karena dianggap menyalahi kesepakatan kontrak.
Tuntutan tersebut sudah masuk ranah hukum Kepolisian kata Veronica Agustis Derektur PT. Jericho Abadi kepada koran ini di kantor PKB, Senin (27/3). Ibu Rumah tangga ini mengungkapkan adanya kecurangan pihak MCC Tunal dalam pengerjaan sub-kontak cut and fill (Disposal) Dusun Cilengsar Desa Cigendel Kecamatan Pamulihan, dimana dalam pekerjaan itu, dia menyediakan 20 unit alat berat di lokasi itu.
Namun, sejak Desember 2016 hingga kini, pekerjaan itu belum dibayar MCC Tunel dengan alasan pihak PU belum membayarnya. “Saya menderita kerugian dari mulai material immaterial hingga operasional, sehingga akan menuntut pihak MCC Rp 10 miliar,” tandasnya.
Disebutkan, orang China datang ke Indonesia pelaksana proyek Tol itu tidak bawa duit, hanya mengadalkan uang PU. Pekerja lokal operator alat berat, diusir dan diover alih tenaga China, padahal semua pekerja di MMC itu  dibayar sub-kont PT. Jericho terkecuali tukang rumput.
“Satker PU menyebut bahwa pekerjaan saya jelek, padahal pekerjaan itu dilakukan orang China MCC bukan oleh PT. Jericho. Sebab meski Sub-Kont,  saya seolah hanya menyedia alat berat saja,  tidak boleh bekerja. Berarti yang jelek pekerjaan itu tenaga asing China,” katanya.
Ditemui terpisah, Sulung juru bicara PT. MCC di ruang kerjanya, Kamis (30/3) menyebut, 3 bulan yang belum dibayar itu, bisa dibayar asalkan ada bukti atas kerugian yang diderita sub-kont PT. Jericho. Jika ada bukti tandasnya lagi,  bisa dipertanggungjawabkan silahkan disampaikan ke MCC.
“Untuk tanggapan MCC sendiri, pekerjaan yang Ibu Veronica yang dilakukan, akan dibayarkan apabila volume yang dia dapat dinilai sudah memiliki progres sesuai kerjanya dan sudah dinyatakan Kementerian PU,” tandas Sulung.
Jika pekerjaanya sudah oke, maka pembayaran akan segera dilakukan. Sebab dalam perjanjian disebutkan ada volume yang harus dibayarkan,  MCC sekitar 2 bulan lalu,  sudah memberi dana pinjaman ke Veronica  yang nanti akan dipotong dari  nilai pekerjaannya untuk meng-supot agar dapat berlanjut.
Tuntutan Rp 10 miliar itu hak Veronica, jika memang volume pekerjaannya sudah ada nilainya Rp 10 miliar, maka MCC akan bayar total Rp 10 miliar. Tapi nyatanya menurut Sulung, volume yang dia peroleh sesuai perhitungan konsultannya sendiri dan disahkan PU bahwa nilai volumenya itu sesuai dengan kontrak yang dia terima.

“Menagih itu, seharusnya dia melampirkan data hasil pekerjaan dengan jumlah nominal, sehingga kita akan hitung yang akan dipotong atas pinjaman dia, maka hasil perhitungan itu kita yang bayarkan. Namun MCC juga herang jika dia  menderita kerugian hingga Rp 10 miliar, karena jumlah itu sering berubah-rubah,” tandasnya.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar