Revitalisasi Pasar Sandang Molor Bupati Dinilai Tak Mampu Selesaikan MoU

Kota, Korsum
Molornya revitalisasi Pasar Sandang Sumedang yang ditargetkan selesai pada ulang tahun Kabupaten Sumedang tahun 2017 ini, dinilai akibat bupati tidak mampu menyelesaikan MoU yang dibuat antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan pihak pengembang.
Hal itu, dikatakan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sumedang, Asep Sumaryana, saat melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) pada pembangunan revitalisasi pasar sandang Sumedang, Rabu (29/3). Menurutnya, molornya revitalisasi pasar itu bukan kesalahan dari pengembang, melainkan bupati yang tidak mampu menyelesaikan atau menjalankan sesuai dengan MoU yang dibuat secara tertulis dan seperti apa yang disampaikan ke DPRD. “Jadi, kami tidak ada urusan dengan pengembang,” tegasnya.
Asep menegaskan, setiap mengadakan rapat terkait revitalisasi pasar, tidak pernah dihadiri oleh pimpinan SKPD terkait, dalam tim percepatan pembangunan pasar sudah jelas, ada anggotanya, ada Dinas PU, Ciptarum dan bahkan Kepala Dinas pun tidak pernah hadir. Jadi bisa disimpulkan bahwa tim percepatan yang dibentuk oleh bupati tidak bekerja maksimal, dan seharusnya bupati harus bertanggungjawab akan tim percepatan tersebut
Hal senada dikatakan Ketua Komisi B DPRD Sumedang, Yadi Mulyadi, bahwa maksud kedatangan Komisi B ke pembangunan Pasar Sandang, merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan di IPP dengan Asisten Pembangunan yang tidak ada kejelasan.
Yadi mengaku, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh dinas instansi terkait. Komisi B bahkan menyoroti tajam terkait MOU antara pemda dan pengembang, yang selama ini menjadi dasar kesepakatan. “Kita minta Disperindag melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait. Segera merevisi atau membuat Mou baru dengan konsekwensi menjaga kewibawaan pemda. Jangan sampai seperti sekarang, bupati tidak mampu menjalankan MOU dengan baik sesuai dengan kesepakatan yang sudah tertulis,” tuturnya.
Sementara itu, pada sidak tersebut ada perbedaan pendapat antara pihak pengembang dan Disperindag terkait progres pembangunan pasar hingga saat ini. Pihak pengembang mengaku jika progres pembangunan telah mencapai angka 85 persen dan hanya tinggal finishing saja. berbeda halnya dengan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Perdagangan Disperindag, Elly Suliasih, yang menyebutkan data yang dimilikinya jika progres pembangunan pasar baru mencapai angka 66,3 persen.
“Hasil itu berdasarkan laporan yang saya dapat dari pengembang sendiri. Data ini ada dilaporkan lengkap dengan kondisi gambarnya. Ada 20 item yang ada progres presentasi. Jadi, Kami juga bukan tanpa dasar memunculkan persentasi progres itu. Kalau perhitungan dari pengembang mungkin itu dihitung dengan jumlah material yang belum terpasang,” kata Elly.**[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar