Anak Kades ‘Nyalon’ Bupati

Kota, Korsum
Teka-teki soal pencalonan Ketua KPUD Sumedang, Asep Kurnia, akhirnya terjawab. Anak kades ini, ramai digadang-gadang oleh khalayak bakal berpasangan dengan Ketua DPRD Irwansyah Putra. Dan kedua pasangan muda ini akan meramaikan blantika pesta demokrasi di Pilkada Sumedang 2018 sebagai pasangan bakal calon bupati/wakil Sumedang.
Sinyal akan maju di Pilkada itu, ditenggarai dengan penguduran diri dari Ketua KPU yang dinyatakan langsung kepada sejumlah wartawan. Meskipun belum deklarasi akan maju dan berpasangan dengan siapa, namun Asep Kurnia lebih mengutamakan pengunduran dirinya sesuai aturan bagi seorang penyenggara pemilu.
“Saya lahir dari keluarga sederhana tahun 1987 di Desa Jayamekar Kecamatan Cibugel. Ibunda Enok Setiawati (Alm) mantan kades Jayamekar, dan ayahanda Nur Ali seorang pedagang tahu yang saat ini masih hidup. Namun anak dusun ini akan mencoba mengukir Sumedang kedepan ke arah yang lebih baik,” tuturnya.
Meski terlahir dari keluarga sederhana, tapi Asep Kurnia berhasil mengenyam pendidikan hingga Sarjana Hukum Tata Negara Unpas.  Di usia paling muda, tahun 2003 dia menjadi anggota KPU Sumedang. Dan di Tahun 2007 menjadi Ketua KPU, bahkan merangkap  Dosen Universitas sebelas April Sumedang.
Acara pengundurkan diri Ketua KPU sekaligus penyerahan mobil dinasnya, digelar jumpa Press di kantor KPU Sumedang, Jumat (19/5). Kepada sejumlah wartawan, Asep Kurnia menyatakan mengudurkan diri dari jabatan Ketua KPU Sumedang. Bahkan dia memperlihatkan surat pengunduran dirinya yang selanjutkan akan disampaikan ke KPU Jabar.
“Terhitung mulai saat ini, KPU Sumedang akan ditangani oleh 4 anggota KPU, meskipun status saya masih anggota KPU karena SK pemberhentiannya belum turun. Tapi saya ambil posisi nonaktif sehingga bila rapat Pleno ke depan yang dilakukan anggota KPU, saya tidak berpendapat karena masih menunggu SK Pemberhentian,” tandasnya.
Disebutkan, pengunduran diri bagi penyenggara pemilu berbeda perlakuannya dengan penguduran diri PNS, TNI dan Polri. Penguduran diri anggota KPU harus lebih awal 1 bulan sebelum penetapan KPU.  Lebih cepat lebih baik, sehingga KPU Jabar akan menentukan pengganti Ketua KPU Sumedang yang baru.
Ditanya wartawan alasan pengunduran diri, apakah terkait kepentingan maju di Pilkada dan akan berpasangan dengan siapa?, Asep seolah malu-malu kucing, malah dia mengatakan, berdasarkan UU saat ini, anggota KPU diperbolehkan maju dalam Pilkada. Namun soal pasangan, akan melihat lebih jauh kancah perpolitikan di Sumedang.
“Yang pasti setelah pengunduran diri dari Ketua KPU, saya akan tetap menjadi dosen selain membesarkan organisasi Paguyuban Pasundan. Sebab, jika menyatakan bakal calon setelah daftar ke KPU dan dinyatakan calon setelah KPU menetapkan sebagai calon dan setelah dinyatakan menang oleh KPU maka itu calon terpilih,” tuturnya.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar