Tokoh Non-Parpol Mulai Galang Kekuatan

Cimalaka, Korsum
 Digagas oleh H. Ecek Karyana, sejumlah tokoh digadang-gadang bakal maju dalam Pemilukada Sumedang tahun 2018 yang berasal dari non-kader partai politik atau dari jalur perseorangan, mulai menggalang kekuatan. Mereka adalah H. Ecek Karyana (Pemilik Yayasan Barokah Bakti/mantan Cabup 2013), H. Oom Supriatna (mantan Cabup 2013), H. Zaenal Alimin (Sekretaris Daerah), Hj. Eni Sumarni (Anggota DPD RI/mantan Cabup 2013), Moch. Agung Anugrah {Direktur Citra Progo), Asep Kurnia (mantan Ketua KPU), dan Setya Widodo (mantan Kabag Ops Polres Sumedang).
Meski belum memiliki kendaraan politik untuk memuluskan langkah mereka untuk maju pada Pilkada Sumedang 2018 nanti, namun bakal calon bupati dan wakil bupati ini mulai membuka jalinan silaturahmi diantara mereka yang dianggap potensial dan mampu memenangkan Pilkada Sumedang.
H. Ecek Karyana mengatakan, pertemuan ini dilatarbelakangi keinginan yang sama dan menyatukan persepsi untuk melakukan perubahan bagi Sumedang ke arah yang lebih baik lagi. “Pertemuan ini telah untuk memberikan opsi atau alternatif kepada masyarakat bahwa ada calon bupati dan wakil bupati potensial yang siap membangun Sumedang yang lebih baik," ujarnya di Rumah Makan Saung Teko, Rabu malam (31/5).
Asep Kurnia menyebutkan, pertemuan ini bukan untuk menarik garis demarkasi atau pemisah antara calon dari non-partai politik dengan calon dari partai politik. "Kami juga berharap, kedepannya ada tokoh-tokoh lainnya yang dapat bergabung bersama-sama dan berdiskusi untuk melakukan perubahan bagi Sumedang. Dan pertemuan ini juga akan kami tindaklanjuti dengan melakukan kegiatan safari silaturahmi ke tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Sumedang," tuturnya.
Sementara, pengusaha muda Moch Agung Anugrah mengatakan, dia tertarik mengikuti pertemuan ini karena diantara para tokoh yang hadir memiliki komitmen yang sama untuk membangun Sumedang ke arah yang lebih baik. "Saat ini Sumedang dikelola main-main sehingga dengan potensi dan kekayaan alamnya yang berlimpah, Sumedang tak mampu berkembang, jalan di tempat bahkan jauh tertinggal dari kabupaten dan kota lainnya," tandasnya.
Begitu pula Sekda Sumedang, H. Zaenal Alimin menyatakan siap maju pada pilkada mendatang. Ia ingin mengembalikan segala sesuatunya kepada fitrahnya. “Sumedang saat ini seperti sebuah rumah kontrakan. Sumedang dikontrakan kepada orang dari luar sehingga pemerintahan dan pembangunan Sumedang tidak terkelola dengan baik," ujarnya.
Setya Widodo mengaku prihatin dengan kondisi Sumedang kini yang tidak banyak mengalami perubahan dengan Sumedang 32 tahun lalu ketika untuk pertama kalinya dia menginjakan kakinya di Sumedang.
"Sekarang nasib saya jauh berubah menjadi lebih baik sejak pertama kali datang di Sumedang tahun 1984 lalu. Namun saya prihatin karena nasib Sumedang tidak ada perubahan berarti, dan bahkan jauh tertinggal dengan kabupaten tetangga," katanya.
Sementara mantan Cabup 2013, Hj. Eni Sumarni yang saai ini menjadi anggota DPD RI, sangat mengapresiasi pertemuan antar tokoh yang akan maju sebagi bakal calon bupat/wakil bupati Sumedang periode 2018 - 2023 mendatang.
Meski dirinya tidak akan kembali mencalonkan sebagai bupati pada Pilkada 2018 nanti, namun ia akan tetap mendukung siapapun tokoh di Sumedang yang memiliki tekad dan niat mulia untuk membangun Sumedang yang saat ini dinilainya jauh tertinggal bila dibandingkan dengan kabupaten/kota lain.
"Tapi saya minta kepada semua tokoh yang hadir disini agar tetap berkomitmen untuk saling mendukung satu sama lain siapapun nantinya yang akan memimpin Sumedang ini," pungkasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar