5 Kantor Kecamatan Akan Direlokasi

Kota, Korsum
Asisten Pemerintahan pada Setda Sumedang, Agus Sukandar, menyebutkan, sedikitnya 5 kantor kecamatan di Kabupaten Sumedang sudah tidak sesuai lagi dengan dinamika perkembangan jaman masa kini. Ke-5 kantor kecamatan itu harus ada penataan kembali, bahkan harus direlokasi.
“Ke-5 kantor kecamatan itu, seperti Kecamatan Ujungjaya, Jatinangor, Paseh, Wado dan Cisarua. Untuk kantor Camat Cisarua mungkin bisa ditata lagi, akan tetapi untuk kantor Camat Ujungjaya tak mungkin bisa ditata lagi sehingga harus direlokasi ke tempat lain yang lebih memadai, “sebut Agus, di kantornya, Senin (10/7).
Saat ini, lanjutnya, kantor Kecamatan Ujungjaya menempati tanah desa, sementara ada lahan lain yaitu lahan Pemda yang statusnya lahan Pertanian, sehingga kemungkinan untuk kantor Camat Ujungjaya harus direlokasi ke tempat itu yang jaraknya tidak jauh dari tempat semula.
Menurutnya, alasan penataan dan relokasi ke-5 kantor kecamatan itu karena saat ini sudah tidak lagi sesuai dengan dinamika perkembangan jaman. Diantaranya jumlah penduduk yang terus bertambah sehingga setiap ruang di kantor camat itu harus lebih kompetitif disesuaikan dengan perkembangan jaman itu.
“Sehingga kantor camat itu bisa penampung dan mengakomodasi kepentingan masyarakat yang saat ini terus berkembang baik ekonomi maupun sosial termasuk kemampuan kecamatan juga harus lebih proposonal dalam memberi pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik,” tandas Agus disela-sela rapat dengan dinas terkait membahas soal rencana penataan dan reloaksi ke-5 kantor camat itu.
Disinggung soal anggaran, Agus menegaskan, pihaknya berencana akan mengambil dari 3 sumber dana yakni APBD Sumedang, APBD Prov dan APBN. Kata dia, anggaran untuk relokasi ke-5 kantor kecamatan ini sedang tahap perhitungan karena anggaran untuk penataan dan relokasi itu berbeda.
Atas rencana itu katanya lagi, akan segera mungkin bahkan bupati sudah hubungi Dirjen Kementerian Dalam Negeri. Sebab peluang itu ada,  tinggal bagaimana pemerintah kabupaten menyiapkan spek lahan dan teknis sehingga dapat peluang atas bantuan Mendagri.
“Sementara dana provinsi, kita akan mencoba hubungi gubernur. Sedangkan dana dari APBD  Sumedang, kita hanya tinggal dipriotaskan,  mana saja kantor kecamatan yang bisa dibiayai dari APBD ini. Tapi mungkin dari APBD ini hanya bisa untuk penataan saja, sedangkan dana provinsi dan pusat untuk yang direlokasi,” katanya.
Agus juga menyinggug soal kecemburuan sosial antara desa dan kelurahan mengenai adanya kesenjangan anggaran., Kata dia, khusus untuk anggaran Kelurahan, tahun ini akan dievaluasi sehingga Kelurahan ini tetap proporsional meskipun anggaranya tetap dari kecamatan.
Sebab, menurutnya, pembangunan insfrasuktur Kelurahan tetap dibawah kecamatan tapi penataan keuangannya tidak bisa berdiri sendiri,  tetap dari kecamatan tapi nanti besarannya akan lebih proposoinal disesuaikan kebutuahan anggaran, namun akan disesuaikan juga dengan ketersedian kemampuan keuangan Pemda.
“Jika anggaran keluarahan disamakan dengan desa, tidak ada aturan yang mengaharuskan seperti itu. Tapi bagaimana organisasi keluarahan itu bisa berjalan dalam rangka pelayanan masyarakat,  tapi nilainya tidak harus sama desa. Kemungkinan bisa kurang bahkan kemungkinan juga bisa lebih,” tuturnya.
Ditempat berbeda, Camat Wado, Dedi TW, di ruang kerjanya, Kamis (13/7), mengakui, kantornya sudah tidak sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. Luasan tanah area kantor sudah tak memadai sebagai kantor kecamatan yang notabene sebagai kantor pelayanan umum.
Sejak adanya Waduk Jatigede, kata dia,  kantor kecamatan terasa semakin menyimpit dari mulai depan, samping hingga belakang  sudah dikelilingi rumah penduduk. Lahan parkir kendaraan sangat sulit, termasuk ruang-ruang dalam kecamatan yang dirasakan sudah tidak nyaman dalam pelayanan.

“Yang namanya kantor kecamatan itu, seharusnya ada halaman kantor cukup luas termasuk ruan-ruang kerja yang optimal. Sehingga kantor Kecamatan Wado ini sejatinya direloasi ke tempat yang lebih ideal dan prestentatif seperti ke jalan lingkar tepatnya dekat Desa Cikareo Selatan, kondisinya sangat strategsi,” sebutnya.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar