Ajaran Sesat Ajarkan Sholat Menghadap Matahari

Jatinangor, Korsum
Bila warga muslim pada umumnya sholat menghadap kiblat sesuai tuntunan agama islam, namun puluhan pengikut aliran sesat di Lingkungan Bojong RT 02 Rw 15, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor ini, diperintahkan pimpinan jamaahnya untuk melaksanakan ibadah sholat sesuai dengan posisi atau letak matahari.
Selain itu, pimpinan aliran sesat yang merupakan seorang wanita ini juga, telah membuat sejumlah pengikutnya yang terdiri dari anak usia sekolah dengan cara mengucapkan dua kalimah sahadat, mayoritas pengikutnya ibu-ibu pengajian dan anak usia sekolah yang mengaji kepadanya.
“Semula kami tak curiga karena yang diajarkan saudari Ella ini adalah Alquran," ujar Ketua RW 15, Engkus Kusman, usai musyawarah antar warga dengan pihak MUI Kabupaten Sumedang di mushala Kampung Bojong, Kamis malam (14/7).
Kepada Ibu-ibu pengajian, kata dia, Ella mendoktrin para pengikutnya bahwa perintah sholat lima waktu itu tidak penting. Menurut Ella, ceramah jauh lebih penting ketimbang slat.Ke Ibu-ibu pengajian doktrinnya seperti itu. Sementara ke anak-anak yang ikut pengajian di rumahnya, dia mengajarkan bahwa sholat itu bukan mengarah ke arah kiblat tapi ke timur mengikuti arah matahari. Ella ini, merupakan warga pendatang asal Malangbong, Garut dan menetap di Cipacing sejak tahun 2012. Sebelumnya, Ella menetap di kampung sebelah, yakni di Lingkungan Babakan Sukamulya, Desa Cipacing,” katanya.
Sebelumnya, kata dia, di kampung sebelah juga menurut informasi Ella ini diusir karena mengajarkan aliran menyimpang. Kemudian pindah ke kampung kami dan sejak tinggal di kampung kami juga karena ajarannya yang menyimpang ini kampung kami jadi ramai dan gaduh.
Dengan adanya kejadian ini, kami tidak menghendaki adanya perselisihan di tengah warganya karena saat ini terjadi pro dan kontra di tengah warga, oleh karena itu kami berharap pemerintah bisa turun mendinginkan suasana dan menyelesaikan permasalahan ini sekaligus memberi solusi jalan keluar terbaik," ucapnya.
Sementara, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang Dr. KH. Dadang Wahyudin, M.Ag mengatakan, ajaran yang disampaikan Ella kepada para pengikutnya merupakan ajaran menyimpang dari aqidah dan sesat.
Kami telah mencermati permasalahan ini, dan MUI Sumedang sudah mengeluarkan fatwa sesat atas ajaran menyimpang yang disampaikan saudari Ella, terang dia yang juga Ketua Pimpinan Muhamadiyyah Kabupaten Sumedang ini.
Yang harus dicermati atas ajaran sesat Ella, kata dia, adalah doktrin-doktrinnya kepada anak didiknya yang mengikuti pengajian di rumah Ella.
Pasalnya, selain memerintahkan sholat menghadap matahari, sejumlah anak didik pengikutnya juga ada yang dilarang sekolah
, karena menurutnya sekolah itu tidak penting.
     
Kami khawatir, Ella dengan doktrinnya mengajari anak anti sekolah, anti pancasila, dan ajaran menyimpang lainnya, setelah terbitnya fatwa MUI Sumedang, Ella diminta melakukan dakwah secara terbuka untuk menghindari kesalahpahaman
yang bersangkutan juga diminta untuk menghentikan kegiatannya terhadap anak didiknya, dan menghentikan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan keagamaan dan kegiatan lain yang menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat hingga adanya kesepahaman persepsi ajaran yang disampaikan,"
sebutnya.

Disayangkan, kata dia, saat musyawarah warga, Kamis (13/7) malam tersebut, Ella tidak hadir dengan alasan tidak berada di tempat.Bila seluruh permintaan ini tidak ditanggapi, dan saudari Ella tetap melaksanakan ajaran menyimpangnya, kami akan kembali melakukan musyawarah untuk mencari solusi terbaiknya seperti apa," katanya.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar