Dinkes Akan Berikan Vaksin MR Secara Cuma-Cuma

Kota, Korsum
Guna melaksanakan program imunisasi nasional pemberian vaksin Measles Rubella (MR) untuk mencegah penyakit campak dan rubella yang akan dimulai Agustus nanti, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang menyiapkan 964 petugas vaksinator nonmedis yang akan memberikan vaksin kepada 262.436 anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.
Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes, Reny Kurniawati mengatakan, target pemberian vaksin ini 95 persen dari sasaran Vaksin MR diberikan secara gratis melalui Kampanye Imunisasi MR yang akan dilakukan dalam dua fase.
"Kalau ke dokter pribadi saat divaksin biayanya bisa mencapai Rp 200 ribu, cukup menguras kantong namun dalam program imunisasi ini gratis," katanya di Dinkes Sumedang, Kamis (20/7).
Menurutnya, fase pertama akan dilakukan Agustus-September 2017 dengan menyasar anak-anak sekolah mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP. "Sedangkan fase kedua akan dilakukan pada Agustus-September 2018 mendatang. Setelah pemberian vaksin, kami juga akan melakukan sweeping untuk mencari yang belum mendapat vaksin," katanya.
Pemberian vaksin campak dan rubbela ini selain menyasar ke sekolah-sekolah juga dilakukan di 2.505 pos pelayanan terpadu (posyandu). "Untuk di pos pelayanan akan dibantu oleh 7.715 kader, dan pelayanan di sekolah juga dibantu oleh tiga orang guru," katanya.
Pemberian vaksin ini dilakukan juga ke daerah yang sulit dijangkau kendaraan seperti di sekitar Bendungan Jatigede yang belum ada akses jalan beraspal. "Di daerah Sabeulit, Jemah, harus naik perahu atau bisa juga memakai jalan darat yang sangat jauh dan kebetulan saat ini tidak hujan sehingga tidak terlalu sulit untuk ke lokasi," kata Reny.
Menurutnya, Indonesia termasuk salah satu negara tertinggi yang banyak menderita penyakit campak di dunia. Sedangkan penyakit campak dan rubella, merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran yang disebabkan virus campak dan nafas.
Dikatakan, rubella biasanya penyakit ringan pada anak. Akan tetapi bila menulari ibu hamil pada tri semester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital, yang meliputi kelainan pada jantung, kerusakan jaringan otak, katarak, ketulian dan keterlambatan perkembangan.
"Memang gejala awalnya ringan-ringan saja seperti demam, bercak bercak merah. Tapi itu jangan dianggap remeh dangan vaksin MR untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella," ujarnya seraya menyatakan target imunisasi ini harus 95 persen. Sedangkan efek samping yang muncul setelah imunisasi biasanya demam, nyeri/bengkak dan ruam di area suntikan.
Reny menyebutkan, di Kabupaten Sumedang tak ada kasus menonjol karena campak dan rubella, karena sebelumnya pemerintah gencar melakukan pekan imuninasi. "Seperti campak, rubella disebabkan oleh virus yang tersebar melalui udara. Pengidap MR tertinggi terjadi pada anak usia 3 sampai 10 tahun," katanya.

Beberapa reaksi normal yang mungkin timbul pasca imunisasi adalah demam ringan, ruam merah, bengkak ringan, dan nyeri di tempat suntikan. Reaksi-reaksi ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 2 hingga 3 hari.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar