Evaluasi Pendapatan Triwulan II TA 2017 Ramdan : Pembahasan Pendapatan Kurang Mendapat Perhatian

Kota, Korsum
Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pemerintah Kabupaten Sumedang akan menaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah Sebab, di sektor PBB menyimpan potensi sangat besar.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sumedang, Ramdan Ruhendi Deddy mengatakan, potensi PBB sebesar itu dihitung dari jumlah luas objek lahan tanah milik yang ada di Kabupaten Sumedang, yakni sekitar 150.000 hektar dan dikalikan dengan besaran tarif pajak PBB terkecil sekitar Rp 5.000 hingga Rp 15.000 per meter persegi.
Menurutnya, untuk mendorong sektor PAD, perlu adanya dukungan dari semua pihak, baik dari eksekutif, legislatif, hingga masyarakat yang menjadi pelaku dan penyetor pajak. Selama ini pembahasan terkait pendapatan dinilai kurang mendapat porsi dan kurang diperhatikan. Sebab, perhatian lebih banyak tertuju pada pembahasan belanja daerah.
"Seharusnya yang lebih diperhatikan itu pembahasan pendapatan, jangan melulu tertuju kepada belanja daerah saja. Kalau tidak ada pendapatan, mau belanja daerah dari mana. Kita tidak bisa terus mengandalkan dana dari pusat," tandas Ramdan.
Ramdan mengungkapkan, Bappenda Sumedang belum memiliki pegawai yang secara khusus mempunyai keahlian pada bidang perpajakan. Padahal, apabila sumber daya manusia yang didukung oleh perangkat-perangkat yang memadai, maka potensi pendapatan daerah masih bisa ditingkatkan.
“Di Sumedang sendiri sampai dengan saat ini belum memiliki pegawai spesialis dibidang pajak, seperti tenaga appraisal atau juru taksir maupun PPNS Perpajakan dan auditor pajak, sehingga menghambat kita untuk lebih menggali sumber pendapatan daerah,” ungkapnya, Rabu (12/7) usai mengevaluasi pendapatan daerah triwulan II tahun anggaran 2017.
Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumedang saat ini, kata Ramdan, hanya sekitar Rp 361 milyar. Padahal PAD Sumedang masih bisa ditingkatkan mengingat masih banyak potensi pendapatan di Sumedang yang masih dapat digali.
"Setelah dihitung dengan luas keseluruhan yang dimiliki Kabupaten Sumedang, dari sektor PBB menyimpan potensi yang luar biasa, hingga mencapai sekitar Rp 400 miliar. Tapi saat ini kita baru menyentuh target Rp 33 miliar atau sekitar 15 persen dari potensi yang ada. Begitu pula sektor BUMD Kabupaten Sumedang, seperti PDAM dan Bank Sumedang yang baru mencapai sekitar 5 persen saja, atau sekitar Rp 6 milyar," katanya,
Menurut Ramdan, menaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) merupakan suatu keharusan karena saat ini banyak objek pajak yang nilai NJOP-nya masih dibawah harga pasaran aslinya. Dan tentunya upaya ini merupakan salah satu pendukung untuk meningkatkan pendapatan daerah. Kecilnya nilai NJOP juga dapat berpengaruh kepada nilai retribusi proses pengurusan dokumen administrasi pertanahan.
"Hampir di semua kecamatan terutama di perkotaan, masih banyak tanah yang NJOP-nya tidak sesuai dengan harga pasaran saat ini. Terlebih saat ini nilai kenaikan pasaran harga tanah melonjak pesat," terangnya.
Dengan segala potensi yang dimiliki Kabupaten Sumedang, Ramdan mengajak para Kepala OPD agar turut berpikir bagaimana agar pendapatan daerah Sumedang dapat ditingkatkan lagi. “Mulai tahun 2018 mendatang, NJOP Kecamatan juga akan kita naikan, sehingga akan turut membantu mendongkrak pendapatan daerah,” ujarnya.
Dalam Evaluasi Pendapatan Daerah Triwulan kedua ini pun diketahui masih banyak selisih yang cukup besar, yakni mencapai setengahnya dari target sekitar Rp 2 triliun lebih, atau sampai dengan bulan Juni 2017 ini pendapatan daerah baru mencapai 43,13 persen saja. “Karena sudah lebih dari setengah tahun, maka seharusnya sudah bisa melebihi 50 persen dari target yang telah disepakati dan ditetapkan,” tukasnya.
Sementara itu Bupati Sumedang, Eka Setiawan mendukung adanya peningkatan kompetensi dan kapasitas pegawai Bappenda. Dan Bupati menginstruksikan agar menugaskan pegawai Bappenda untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan sehingga memiliki keahlian dibidang perpajakan.
“Kalau memang pada APBD Perubahan tahun 2017 anggaran kita mencukupi, maka harus memprioritaskan untuk menyekolahkan 5 sampai 10 orang PNS agar memiliki kemampuan yang mumpuni dalam bidang perpajakan,” katanya.
Apabila sumber daya manusia dengan segala kelengkapannya sudah terpenuhi, diharapkan tahun 2018 nanti akan turut mendorong pendapatan daerah Kabupaten Sumedang yang dinilainya masih banyak potensi pendapatan yang dapat digali sehingga pendapatan daerah meningkat secara signifikan.
“Setelah para pegawai yang ditunjuk menuntaskan pendidikan, kita pun jangan ragu untuk meningkatkan target pendapatan daerah pada tahun yang akan datang,” ujarnya.

Bupati juga mengintruksikan para camat untuk turut mendorong peningkatan pendapatan dan siap meningkatkan target dari sebelumnya. "Ini memang tugas berat, tapi juga harus disadari ini merupakan tugas bersama untuk kemajuan Sumedang," tegasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar