Manajemen Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 Lanjutan BPS Sumedang

Kota, Korsum
Menindaklanjuti Surat Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Nomor 044/BPS/32000/04/2017 perihal Sistem Pengelolaan Mitra Statistik di BPS Kabupaten/Kota tertanggal 18 April 2017, BPS Kabupaten Sumedang telah menyelesaikan penyusunan buku Manajemen Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 Lanjutan. Adapun cakupannya adalah Manajemen Seleksi Calon Petugas Sensus Ekonomi Lanjutan dan Manajemen Pelaksanaan Sensus Ekonomi Lanjutan di Kabupaten Sumedang.
“Tujuannya adalah sebagai upaya antisipasi dan rancangan pelaksanaan SE2016 Lanjutan di Kabupaten Sumedang,” ujar Kepala BPS Sumedang, Dodi Mulyadi, Senin (3/7) kepada Korsum diruang kerjanya.
Dodi menuturkan, BPS sebagai penyedia data statistik dasar bagi pemerintah dan masyarakat, telah melakukan berbagai survey dan sensus yang jumlahnya terus bertambah. Pada tahun 2016 lalu BPS Sumedang telah melakukan Sensus Ekonomi berupa listing/pendaftaran seluruh unit usaha kecuali kategori pertanian.
“SE2016 lalu terdapat banyak kendala dan permasalahan yang sampai sekarang masih tersa dampaknya. Sebab, Sensus Ekonomi merupakan sensus terberat dibandingkan sensus lainnya. Responden yang dihadapi adalah para pengusaha yang mempunyai resiko non respon tinggi,” ungkapnya.
Saat ini BPS kekurangan pegawai organis sehingga diperlukan banyak petugas berkompeten  untuk meminimalisir non respon. Untuk mensukseskan SE2016 Lanjutan yang akan dilaksanakan pada Agustus-September 2017 nanti, maka BPS Sumedang melakukan rekrutmen/seleksi tenaga tambahan non organik yang disebut Mitra Statistik.
Berdasarkan pengelaman sensus ekonomi 2016 lalu, BPS Sumedang melakukan antisipasi sedini mungkin untk melaksanakan SE2016 Lanjutan. “Perencanaan yang matang di awal diharapkan mampu meminimalisir permasalahan dan meningkatkan respon rate. Karena, gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan,” tandas Dodi.
Dodi menyebutkan, upaya yang dilakukan BPS untuk menyusun data berkualitas melalui penetapan nilai inti (core values), yaitu profesional (kompeten, efektif, efisien, inovatif, dan sistemik), integrtas (dedikasi, disiplin, konsisten, terbuka, dan akuntabel), serta amanah (terpercaya, jujur, tulus, dan adil).
“Dengan implementasi PIA (profesional, integritas, dan amanah) ini, tujuan yang diinginkan BPS akan terwujud dengan mudah. Hanya saja, nilai inti PIA saat ini baru terwujud sebatas di kalangan internal (pegawai organik BPS),” sebutnya.
Satu hal yang belum tersentuh, lanjunya, yaitu mengkondisikan mitra statistik (petugas survei/sensus) menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Mereka harus bisa memahami dan mengimplementasikan PIA. Guna mewujudkan kondisi tersebut, dimulai pada proses seleksi calon petugas sensus ekonomi 2016 lanjutan yang berkualitas untuk meningkatkan kualitas data.
“Sangat disayangkan bilamana sistem metodologi pengumpulan data yang akurat dan telah memenuhi standar ilmiah harus rusak lantaran petugas pencacahan yang tidak berkualitas,” katanya.
Guna mensukseskan pelaksanaan SE2016 Lanjutan, kata Dodi, pihak BPS telah melakukan serangkaian tahapan seleksi calon petugas SE2016 Lanjutan. Mulai dari persiapan dan pembentukan panitia, sosialisasi rekrutmen petugas, pengusulan dan penilaian awal kinerja calon petugas, penerimaan berkas lamaran dan seleksi administrasi, seleksi pengetahuan umum dan wawancara, serta pengumuman hasil dan penetapan calon petugas SE2016 tahun 2017 pada tanggal 4 Juli.
Untuk SE2016 Lanjutan, Kabupaten Sumedang membutuhkan PCS UMB (Pencacah Sensus Usaha Menengah Besar) dan PCS UMK (Pencacah Sensus Usaha Mikro Kecil) serta PMS (Pemeriksa Sensus) sebanyak 172 orang yang terdiri dari PCS UMB (25 orang), PMS UMB (8 orang), PCS UMK (104 orang), dan PMS UMK (35 orang).
“Tetapi keputusan rapat struktural BPS Sumedang telah memutuskan untuk PCS UMB dan PMS UMB dari Organik BPS Sumedang, yaitu Kepala Seksi, staf, dan koordinator statistik kecamatan sebanyak 32 orang, ditambah 1 orang dari mitra terbaik untuk posisi PCS UMB,” terang Dodi.
Ditempat yang sama Mochamad Ilham Kasi Statistik Distribusi yang juga sebagai Subject Matter Sensus Ekonomi di Sumedang menambahkan, hasil listing SE2016 beberapa potret usaha industri di Kabupaten Sumedang, diantaranya sektor industri pengolahan menduduki peringkat ke-2 hasil listing Sensus Ekonomi di Kabupaten Sumedang dengan jumlah 21.492 usaha dibanding Kabupaten Bandung dengan jumlah 65.434 usaha (39,25%). Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan motor (peringkat 1) sebanyak 50.449 usaha dibanding Kabupaten Bandung sebanyak 156.816 usaha (32,36%). Sektor pengangkutan dan pergudangan (peringkat 4) sebanyak 9.287 usaha dibanding Kabupaten Bandung sebanyak 25.946 usaha (36,08%).
Kemudian sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan umum (peringkat 3) sejumlah 21.272 usaha dibanding Kabupaten Bandung sejumlah 63.190 usaha (33,60%), sektor informasi dan komunikasi (peringkat 5) sejumlah 3.036 usaha dibanding Kabupaten Bandung sejumlah 11.239 (27,14%), sektor pendidikan (peringkat 7) sejumlah 2.454 usaha dibanding Kabupaten Bandung sejumlah 6.264 usaha (39,83%), serta sektor jasa lainnya (peringkat 6) sejumlah 3.845 usaha dibanding Kabupaten Bandung sejumlah 10.979 usaha (26,88%).
“Kami harap manajemen pelaksanaan SE2016 Lanjutan ini dapat dijadikan pedoman dan kerangka acuan antisipasi dan deteksi dini pelaksanaan sensus ekonomi lanjutan di Kabupaten Sumedang,” pungkas Ilham.**[Macko|Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar