Pembahasan KUA PPAS Defisit Anggaran Membayangi APBD 2018

Kota, Korsum
Dalam sidang DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sumedang perihal pembahasan Rencana Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA- PPAS) Tahun 2018, terungkap adanya defisit hingga mencapai Rp 176 miliar.
Hal ini terjadi, ungkap Wakil Ketua DPRD Sumedang, Edi Askhari, pendapatan untuk tahun 2018 yang semula ditargetkan Rp 2,4 triliun dengan estimasi ada kenaikan dana alokasi umum (DAU) sebesar 2 persen. Namun rencana kenaikan dua persen DAU tersebut ternyata batal, malah informasi dari pusat untuk DAU bakal dikurangi sebesar tiga persen. Sehingga KUA PPAS tahun 2018 defisit hingga 176 miliaran.
“Akibatnya, beberapa target pendanaan yang bakal diperkirakan naik, kemungkinan sulit terealisasi," ungkapnya.
Edi mengatakan, dalam pembahasan ini juga, DPRD dan TAPD masih mempertimbangkan solusi terbaik dengan cara melakukan pemangkasan belanja atau mencari tambahan pendapatan dari luar APBD dan menggali potensi dari investasi.
Namun begitu. Edi menyebutkan, tidak mudah mencari investor untuk berinvenstasi di penghujung masa jabatan kepala daerah. Sementara, investasi yang berdampak terhadap pendapatan daerah hanya pada perizinan saja. Jadi, kalau mencari potensi dari investasi itu harus jelas juga.
“Untuk mencari sumber pendapatan itu harus melakukan lobi ke Pemprov Jabar sampai ke pemerintah pusat," katanya.
Edi pun menuturkan, untuk mencari dana ke pemprov dan pemerintah pusat itu bukan hanya sekedar mengajukan proposal saja, melainkan juga harus membawa detail engineering design atau DED.
“Hanya masalahnya, belum ada DED-nya sehingga sulit bagi pemerintah Kabpaten Sumedang untuk bisa menarik anggaran dari provinsi atau pemerintah pusat itu," tuturnya.

Tahun 2018 merupakan tahun politik bagi Kabupaten Sumedang, dimana pada tahun 2018 mendatang adalah masa akhir jabatan Bupati periode 2013-2018. “Sudah barang tentu Kabupaten Sumedang harus melaksanakan pemilihan kepala daerah yang baru sehingga kabupaten Sumedang membutuhkan anggaran yang cukup besar," jelas Edi Askhari.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar