Petugas Pajak Harus Miliki Kompetensi dan Skill Performance

Sumedang Utara, Korsum
Saat ini, kondisi pengelolaan pendapatan, khususnya pajak daerah, berbeda dengan zaman dulu. Para pegawai pajak sekarang tidak lagi melakukan penagihan ke daerah-daerah, melainkan hanya memberikan advokasi saja agar para wajib pajak bersedia membayar pajak sesuai dengan ketentuan, khususnya wajib pajak self assesment.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sumedang, H. Ramdan Ruhendi Dedi, menyebutkan, salah satu cara untuk menghadapi perubahan paradigma tersebut, para petugas pajak diwajibkan memiliki kompetensi dan skill performance yang baik dalam bidang perpajakan, layaknya account executive dan acount refresentative.
Menurut Ramdan, pendapatan daerah terdiri dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Sementara itu, dana perimbangan yang memungkinkan untuk ditingkatkan besaran dana transfernya yaitu Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta dana bagi hasil pajak dan bukan pajak. Hal tersebut memerlukan komitmen yang tinggi serta komunikasi yang kuat dengan pemerintah pusat.
Sementara, pendapatan asli daerah yang memerlukan peningkatan dan menjadi kewenangan pemerintah daerah adalah pajak daerah, retribusi daerah, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.
“Berkaitan dengan rencana target pendapatan daerah, kami sudah memiliki road map (peta jalan) pendapatan daerah tahun 2017 sampai dengan 2021, yaitu target pendapatan daerah tahun 2017 sebesar Rp 2,530 miliar, tahun 2018 sebesar Rp 2,669 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 2,809 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 2,953 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp 3,112 miliar,” papar Ramdan, Kamis (6/7).
Masih menurut Ramdan, rencana target PAD tahun 2017 sebesar Rp 357 miliar, tahun 2018 sebesar Rp 399 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 437 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 469 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp 503 miliar.
“Sedangkan rencana target pajak daerah tahun 2017 sebesar Rp 125 miliar, tahun 2018 sebesar Rp 156 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 181 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 201 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp 221 miliar,” ujarnya.
Ramdan menambahkan, beberapa poin yang memerlukan perbaikan, perubahan dan komitmen bersama untuk meningkatkan pajak daerah, salah satunya melakukan perubahan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pendapatan daerah, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (PPNS pajak, auditor pajak, petugas penilai, juru sita, serta sistem informasi geografis), penyempurnaan data base pajak daerah, koordinasi yang intensif dengan pemerintah ousat dan pemerintah provinsi maupun instansi vertikal, serta peningkatan sarana dan prasarana yang mendukung dalam pengelolaan pajak.
Sementara itu, Bupati Sumedang Eka Setiawan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bappenda yang memiliki potensi luar biasa untuk memberikan kontribusi untuk perkembangan Sumedang. Bupati pun mengharapkan Bappenda bisa terus bekerja keras untuk meningkatkan PAD.

“Ada kemajuan yang signifikan di Kabupaten Sumedang. Ini terlihat dengan perkembangan masyarakat yang tinggi serta kesejahteraan masyarakat yang mulai meningkat. Saya yakin, teman-teman di Bappenda merupakan orang-orang yang profesional dan bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” pungkas Bupati.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar