Ratusan Warga Tumplek di Kantor Kecamatan Ujungjaya

Ujungjaya, Korsum
Ratusan warga Kecamatan Ujung Jaya Kabupaten Sumedang tampak antusias mendengarkan ceramah agama yang disampaikan ustadzah kondang, Dedeh Rosidah atau yang akrab dipanggil Mamah Dedeh, Minggu (9/7).
Tabligh Akbar yang digelar di halaman kantor Kecamatan Ujung Jaya tersebut diselenggarakan oleh pengajian AL-Hidayah DPC Kecamatan Ujung Jaya dan dihadiri oleh Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan, Camat Ujung Jaya, Ketua Baznas, Ali Badjri, unsur Muspika, Ketua DPD Golkar, Jafar Sidik, serta tamu undangan lainnya.
Ketua DPC AL-Hidayah Ujungjaya, Juju Juariah, menyampaikan, Tabligh Akbar yang diselenggarakan setiap tahun di Kecamatan ujung Jaya dapat terlaksana berkat adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.
Menurutnya, anggarannya diperoleh dari anggaran desa se-Kecamatan Ujung Jaya, sumbangan dari masyarakat Ujung Jaya serta sumbangan dari para donatur. "Alhamdulillah, 9 orang Kepala Desa se-Kecamatan Ujung Jaya mendukung penuh kegiatan ini,” ujar Juju.
Dikatakan Juju, selain ajang silaturahmi antar anggota pengajian, Tabligh Akbar juga merupakan ajang untuk melaksanakan gebyar infaq serta memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
“Pengajian Al-Hidayah selama ini  sudah melaksanakan berbagai acara, dan setiap tahunnya selalu menyantuni anak yatim. Dan di tahun 2017 ini, kami juga bisa memberikan santunan untuk kaum dhuafa,” katanya.
Sementara itu Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, undangan dari pengajian Al-Hidayah merupakan kebanggaan tersendiri yang bisa dirasakan oleh Bupati.
“Mari kita bersama-sama memanfaatkan waktu untuk saling bersilaturahmi dan mengais ilmu dari tausiyah yang akan disampaikan oleh Mamah Dedeh. Mudah-mudahan setelah mendengar tausiyah dari Mamah dedeh, para jema’ah bisa mendapatkan kesehatan, ilmu yang baru dan juga keberkahaan,” kata Bupati.
Dalam tausiyahnya, mamah Dedeh mengatakan, arti halal bi halal dan silaturahmi. Menurutnya, keduanya merupakan hal yang tak pernah terlewatkan saat Idul Fitri.
“Halal bi halal bukan bahasa Arab karena merupakan produk lokal yang dipelopori oleh Presiden pertama Indonesia, yaitu Soekarno. Saat itu, halal bi halal merupakan ungkapan rasa bahagia karena Idul Fitri dilaksanakan berbarengan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” terangnya.
Dikatakan Mamah Dedeh, silaturahmi memiliki berbagai arti, yaitu menyambung yang terputus, mengumpulkan yang terserak, menghimpun yang tersebar dengan penuh rasa kasih sayang. Diungkapkan Mamah Dedeh, Idul fitri itu diawali dengan ibadah puasa, yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan dan malamnya disunahkan untuk melaksanakan Salat Tarawih.
“Idul Fitri berarti fitrah, bersih seperti bayi yang baru dilahirkan. Idul fitri juga bisa diartikan kembali baik, benar, jujur, dankembali menjadi mahluk sosial,’’ paparnya.

“Siapapun orang yang beriman, dipastikan akan selalu memperpanjang tali silaturahmi,” pungkasnya.**[F.Arif]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar