Stop, Perpeloncoan Siswa Baru

Kota, Korsum
Perpeloncoan merupakan hal yang lazim dilakukan sekolah setiap penerimaan siswa baru. Namun tahun ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang menegaskan kepada setiap sekolah terutama SMP dan SMA, agar menyetop perpeloncoan terhadap siswa baru.
“Kami menghibau kepada seluruh sekolah sesuai SOP PBDB bahwa perpeloncoan bagi siswa baru distop tidak boleh dilakukan lagi, tapi harus lebih kepemahaman pendidikan karakter dan pengenalan lingkunagan termasuk penanaman kekeluargaan rasa solidaritas,” tandas Sekretaris Disdik, Unep Hidayat, di Gedung Negara, Kamis (20/7).
Diakui, meskipun berdasarkan hasil pemantauan ke beberapa sekolah, perpeloncoan terlebih kekerasan fisik terhadap siswa baru itu, tidak ditemukan lagi. Namun, kata Unep, jika terbukti masih ada sekolah yang masih melakukan perpeloncoan apalagi keluar dari SOP, maka pihak Disdik akan keluarkan sangsi dan tindakan tegas terhadap sekolah itu.
“Sangsi terhadap sekolah yang masih ada perpeloncoan itu, mungkin hanya sangsi administrasi saja karena mungkin dinilai perpeloncoan itu tidak membayahakan si anak. Namun jika sudah menyangkut ke kesehatan dan fisik si anak, maka bukan saja sangsi adminstrasi yang akan dikeluarkan, tapi sangsi pidana terhadap sekolah yang melakukannya,” ancam Unep.
Sebelumnya, pihak Disdik sudah memberitahukan larangan bahwa perpeloncoan itu sudah tidak boleh lagi dilakukan sekolah. Sehingga sejak Senin kemarin (17/7), orang tua siswa yang mendaftarkan dan menyerahkan anaknya ke sekolah, pihak Disdik memantau agar lebih kepada pengenalan lingkungan terutama untuk SD dan SMP.
Ditambahkan, hingga tanggal 25 Agustus nanti, tugas Kepsek dan guru harus menjaring dan mencari anak didik yang ada disetiap pelosok wilayah. Tidak hanya sekolah itu akan terpenuhi siswa, namun tidak boleh lagi ditemukan ada anak yang tidak sekolah.
“Penerimaan siswa baru sistim zona sesuai acuan PBDB pusat, memang harus diterapkan. Apakah sekolah itu akan mengambil 15% atau 10% bagi anak berprestasi tingkat satu atau tingkat dua. Atau bagi anak yang berdekatan rumahnya dengan sekolah,” sebutnya.

Maka lanjutnya, anak yang berdomilisi di lingkungan sekolah itu tidak melihat berapa Nemnya si anak karena itu zona. Tapi si anak mendaftarkan ke sekolah sebelum PBDB, sehingga sekolah akan memberikan ruang meskipun belum PBDM. Sedangkan sistem zona di Sumedang tidak begitu berpengaruh.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar