Camat Cisitu Raih 3 Besar Anugrah Pajak Se-Jabar

Cisitu, Korsum
Kebanggaan tersendiri bagi Camat Cisitu, Ari Kusnadi, belum lama ini dia masuk peringkat 3 besar dalam lomba Anugrah Pajak yang diselenggarakan Bappeda Provinsi Jawa Barat di Holel Trans Studio Bandung yang diikuti perserta para camat se-Jabar dimana untuk Kabupaten Sumedang diawakili Camat Cisitu.
Demikian kata Ketua Kader Pajak Kecamatan Cisitu, Dedi Sutrisno, kepada sejumlah wartawan, di kantor Kecamatan Cisitu, Kamis (3/8). Perlombaan anugrah pajak lanjut dia, dengan penilain 4 kategori sehingga dalam lomba itu Sumedang harus bersaing dengan ratusan perserta yang datang berbagai daerah.
“Perlombaan 4 kategori anugrah pajak itu yakni kategori bupati, camat, TTDP dan kader pajak. Perlombaan itu, Sumedang berhasil torehkan 2 kategori yaitu kategori camat masuk ke-3 besar sementara kategori kader pajak masuk ke-6 besar dari 10 besar se-Jawa Barat. Namun sayang, untuk kategori bupati dan TTDP, sumedang gugur raih peringkat,” jelas Dedi.
Di kecamatan Cisitu yang pertama di Jabar adanya Warung Pajak lanjutnya, yaitu konsep inovanatif kader pajak hingga membawa Cisitu berhasil raih peringkat di Jabar. Warung Pajak, salah satu cara mempermudah dan mempercepat dalam pelayanan bayar wajib pajak kendaraan bermotor berkerjasama Samsat dan Bank Jabar Sumedang.
“Dengan digulirkannya warung pajak ini merupakan hal yang baru dalam cara bayar pajak.  Warung pajak ini  diciptakan kader pajak Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang hanya ada satu di Jabar sehingga menjadi dasar penilain Bapeda Jabar,” sebutnya. 
Kader pajak senantiasa memberi informasi serta pemahaman soal kesadaran wajib pajak kepada masyarakat hingga kelapisan paling bawah. Dengan warung pajak kata Dedi, masyarakat dengan mudah dan cepat bayar pajak, bahkan bisa dibayar secara dicicil.
“Kader pajak selalu memberikan pemahaman soal kenaikan pajak termasuk penurunan KTMDU yakni pajak kendaraan yang tidak melakukan daftar ulang. Warung Pajak ini merupakan solusi bagi pemerintah kabupaten Sumedang dalam peningkatkan perolehan PAD sektor pajak,” tandasnya.
Menurut data yang diperoleh, lanjutnya, pemilik kendaraan bermotor roda dua maupun roda 4 di  Cisitu ini ada sekitar 6645 unit. Mulai saat ini, para wajib pajak di Kecamatan Cisitu tak perlu jauh bahkan antri di kantor Samsat, sebab warung pajak ini merupakan program jemput bola dalam membayaran pajak masyarakat.
Masih ditempat yang sama, Camat Situraja Ari Kusnadi mengakui atas keberhasilan itu. Sebab kata dia, selalu menekankan kepada para kades disetiap rapat minggon. Kader pajak dengan warung pajaknya merupakan upaya tumbuhkembangkan kesadaran wajib pajak masyarakat hingga merambah Rt Rw.

“Mereka wajib pajak, jika belum bisa sekaligus membayar pajak, bisa dengan cara menabung di warung pajak.  Cara seperti itu ternyata mendapat sambutan masyarakat sehingga di Cisitu sebagian masyarakat besar sudah sadar akan wajib pajak karena saat ini sudah dianggap lebih praktis dan evisien,” tuturnya.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar