Dede Optimis PDAM Bisa Berkembang

Kota, Korsum
Detik-detik diakhir masa jabatannya, Asisten Pembangunan Setda Sumedang yang juga Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Medal Sumedang, Dede Hermasah kepada koran ini mengaku optimis PDAM bisa lebih berkembang, meskipun dirinya sudah tidak lagi menjabat Ketua Dewan Pengawas PDAM. 
“Meskipun saya pensiun dan tidak lagi sebagai Ketua Dewan Pengawas, tapi optimis PDAM bisa maju lagi karena sistemnya sudah dibangun, tapi  dengan cacatan SDM-nya lebih ditingkatkan dan konsentensi terus terhadap program yang akan dilakukan, maka PDAM akan terus berkembang,” ujar Dede, di ruang kerjanya, Jumat (28/7).
Dikatakan, jabatan asisten pembangunan dan jabatan Ketua Desa Pengawas PDAM merupakan jabatan Eksopisio dimana jabatan ketua pengawas PDAM ini melekat pada jabatan Asisten Pembangunan. Pensiun dari Jabatan asisten itu, otomatis pensiun juga dari jabatan ketua dewan Pengawas PDAM. Sehingga siapapun pengganti Asisten ini akan menjadi Ketua Dewan Pengawas PDAM meskipun statusnya Plt.
Menurutnya, trend PDAM saat ini sudah masuk ke kategori baik berdasarkan hasil Audit BPKP dan tim Independen. Ada 3 bidang pokok di PDAM yang diaudit yakni teknik, managemen dan  administrasi. Sedangkan Direktur PDAM Tatang ini, baru setahun menjabat dimana capaian visi misinya sangat ditentukan dengan kapasitas budget.
“Namun kapasitas budget juga ditentungan tidak semata-mata dana yang dikelola dari hasil, tapi juga dengan kewajiban PMP (Penyertaan Modal). Dalam bisnis trend Tatang, PMP ini Rp 4,6 miliar dengan eksvansi dibeberapa wilayah yang akan meningkatkan Saluran Langsung (SL) dengan capaian sekitar 2000 SL,” sebutnya.
Sehingga, lanjutnya lagi, akan berpengaruh terhadap penjualan air yang otomatis akan berpengaruh juga terhadap pendapatan. Setahun Sejak Tatang ini, dia bisa bayar PAD sekitar Rp 500 juta, sehingga keuntungan PDAM harus sekitar Rp 1 miliar.
Sedangkan kontribusi PDAM ke Pemda yaitu misi utamanya pelayanan air masyarakat. Sehingga PDAM ini tidak semata berbisnis tapi misi utamanya adalah sosial dalam memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat. Bahkan sebetulnya, keuntungan itu merupakan sasaran tambahan.
Namun saat ini,  yang baru bisa terlayani PDAM ini baru capai 29 ribu SL sehingga masih sangat jauh dibanding dengan angka jumlah penduduk Sumedang yang sudah mencapai 1 juta lebih. Sehingga kedepan, DPAM harus terus berupaya pengembangan teknik dan pelayanan.
Ditempat terpisah, Kabag Humas PDAM, Uus Rusli, menjelaskan lebih jauh. Dalam upaya meningkatkan cakupan pelayanan sebagaimana tertuang dalam misi visi kata dia,  PDAM terus melakukan pemasangan sambungan baru (SL) di setiap cabang yang secara teknis masih memiki kemampuan.

“Tahap ke-1, sebanyak 1.610 SL dan hingga tanggal 24 Juli baru terpasang sebanyak 829 SL dengan perincian, Sumedang Selatan 133 SL, Sumedang Utara 43 SL, Situraja 117 SL, Tomo 26 SL, Ujungjaya 100 SL, Wado 94 SL, Cisitu 22 SL, Darmaraja 29 SL dan Pamilihan sekitar 75 SL, “sebut Uus diruang kerjanya, Jumat (28/7).**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar