Diklaim Trend Desa Kini Meningkat

Kota, Korsum
Semenjak dikucurkan berbagai dana ke desa hingga miliar rupiah baik ADD, Sapras dan DD, kini trend desa diklaim meningkat drastis, baik dari segi insfarstruktur wilayah maupun pembangunan kantor desa. Namun, kata Kepala DPMD Teddy Mulyono, kades jangan bangga dulu atas pujian itu.
Sebab, kata dia, jika dana itu dimacam-macam maka kades itu akan menghadapi aparat hukum untuk mempertanggungjawabkan atas dana itu. kendati demikian, Teddy juga mengaku masih ada desa yang masih belum optimal dalam pembangunan insfrasuktur wilayah.
“Seperti desa di Kecamatan Surian dan Jatinunggal dalam pembangunan insfrasuktur wilayahnya belum optimal. Namun tak masalah bila dananya tidak dimacam-macam, lagi pula pengawasan terhadap dana itu super ketat,” kata Teddy di IPP, Kamis (27/7).
Tapi jika ada desa sudah merasa optimal membangun insfrasuktur wilayahnya dan berdasarkan Permendagri no 2 desa punya peluang meningkatkan ekonomi kerakyatan dari dana desa yang akan turunkan selanjutnya. Namun saat ini menurut Teddy, kelihatannya masalah di Sumedang ada di insfrasuktur, tapi nanti ditahun 2019 akan bergeser ke peningkatan ekonomi.
Namun Tedy juga mengaku, realisasi  dana desa masih temui hambatan karena banyak jalan desa yang secara diam-diam beralih status. Asalnya jalan desa tapi kini jadi jalan kabupaten. “Ironis, jalan pelosok desa sudah di Hotmik, tapi jalan melintas depan kantor desa kondisinya rusak parah karena jalan itu statusnya jalan kabupaten dan tidak ada aturan dana desa diterapkan untuk jalan kabupaten,” sebutnya.
Dibenarkan Camat Situraja, Sutisna, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/7), dengan adanya dana desa seperti ADD, DD dan Sapras kata dia,  di Kecamatan Situraja ada 15 desa kini mengalami peningkatan baik insfrasuktur wilayah maupun perubahan kondisi kantor desa.
“Saat ini saja, ada sejumlah desa sedang berproses pembangunan kantor desa dua tingkat yakni Desa Situraja Utara, Mekarmulya, Kaduwulung, Bangbayang, Cikadu. Sementara desa yang lainya, meskipun tidak dibangun dua tingkat, namun kantor desa itu mengalami perubahan juga karena direnovasi,” sebutnya.
Kecamatan tak hanya pengawasan, lanjutnya, tapi harus memberi contoh sekaligus arahan pada desa bahwa pelayanan buplik itu harus diutamakan. Sebab membangun insfraktus wilayah dan pembangun kantor desa, merupakan tuntutan seiring pesatnya pertumbuhan penduduk, peningkatan ekonomi dan sosial di masyarakat  sehingga harus ditunjang dengan sarana umum yang ideal.
“Namun tidak cukup dengan insfrasuktur yang nyaman atau dengan kantor desa yang mentereng dua tingkat. SDM perangkat desa juga harus lebih meningkat sehingga sarana dan prasara desa yang nyaman itu merupakan salah satu bagian optimalisasi  pelayanan publik,” katanya.
Dengan banyaknya dana masuk desa itu, pihak kecamatan berharap para kades agar tidak terpaku diam dikantor, harus lebih dekat masyarakat. Bahkan harus bisa lebih dekat dengan dinas terkait sehingga kinerja kades yang berwawasan masyarakat itu bisa jembut bola program Pemerintah.**[yf saefudin]


Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar