FKUB Diminta Menjaga Kondusifitas Jelang Pilkada Sumedang Tahun 2018

Kota, Korsum
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai ciri khas, yaitu ke-bhinekaan ras, suku, budaya dan agama yang tersebar di berbagai wilayah nusantara dan bertekad untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa Indonesia. Dalam upaya memelihara kerukunan, ketenteraman ketertiban dan kondusifitas daerah, tentunya perlu dilakukan berbagai langkah bersama yang sinergi.
“Salah satunya melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menyatukan langkah dan persepsi kerukunan umat beragama di kabupaten sumedang khususnya demi terwujudnya keharmonisan dan kerukunan dalam masyarakat,” kata Kasi Hubungan Antar Lembaga Kantor Kesbangpol, Enang Lukmanul Hakim, Selasa (25/7) di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan Setda.
Enang mengatakan, maksud kegiatan ini sebagai upaya mewujudkan kerukunan umat beragama guna menjaga kondusifitas daerah dalam memperkokoh integritas nasional dan memelihara keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.
Tujuannya, lanjut Enang, membina kerukunan masyarakat antar agama, mengembangkan kehidupan demokrasi dan menciptakan kerukunan umat beragama, menciptakan toleransi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, serta menjalin kebersamaan dalam mendukung sukses tahapan pilkada 2018.
“Peran FKUB akan sangat krusial terutama dalam mengantisipasi isu-isu sara yang tidak menutup kemungkinan muncul dalam proses pilkada 2018 tersebut,” ucapnya.
Outputnya, lanjutnya lagi, menyamakan persepsi tentang pemahaman kerukunan antar agama dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Sumedang, memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa, terciptanya pemahaman bersama pentingnya kebersamaan dalam menjaga kondusifitas daerah untuk mendukung sukses tahapan pilkada 2018, dan tersusunnya program kerja forum kerukunan umat beragama kabupaten sumedang.
Sementara Kepala Kantor Kesbangpol Sumedang, Rohayah Atang menyebutkan, akhir-akhir ini kebhinekaan bangsa Indonesia sedang menghadapi ujian. Beberapa konflik di daerah lain yang disebabkan oleh berbagai latar belakang permasalahan ras, suku, budaya dan agama kerap terjadi.
“Jika dibiarkan, akan mengancam kondusifitas di daerah bahkan dapat mengancam integritas nasional,” ujarnya.
Tahun 2018 mendatang, kata Rohayah, Kabupaten Sumedang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah serentak untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Sumedang yang tahapannya akan dimulai pada Juli 2017.
Ini merupakan agenda besar yang menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah Kabupaten Sumedang atau Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumedang semata, tetapi semua pihak termasuk didalamnya FKUB harus ambil bagian untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan pilkada tersebut.
“Peningkatan suhu politik kedepan memungkinkan munculnya potensi konflik yang diakibatkan sentimen suku, agama, ras seperti halnya terjadi di beberapa daerah lain yang telah menyelenggarakan pilkada,” katanya.
Rohayah berharap, pengurus FKUB agar tetap jaga dan junjung tinggi persatuan dan kesatuan. “Jangan biarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memecah belah masyarakat kita. Tingkatkan pemahaman agama yang benar di masyarakat, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat kita. Sehingga kita bisa menunjukkan kepada siapapun bahwa dengan pemahaman agama yang benar, kerukunan ini bisa tercipta,” tandasnya.
Rohayah pun meminta agar segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait apabila ada hal-hal di masyarakat yang berpotensi menimbulkan konflik sara sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin, Jaga kondusifitas di masyarakat, terutama dalam menghadapi agenda tahapan pilkada 2018 agar setiap tahapan bisa berjalan aman dan lancar serta melahirkan pemimpin terbaik bagi Kabupaten Sumedang.

“Jangan mudah terprovokasi apalagi diadu domba hanya karena beda pilihan sehingga pada tahun 2018 nanti, Sumedang Senyum Manis (Sumedang Sejahtera, Nyunda, Mandiri Dan Demokratis) dapat terwujud,” pungkasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar