Gaji Dewan Bakal Naik


Kota, Korsum
Dalam sidang paripurna Jawaban Bupati Sumedang atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Sumedang terhadap 3 buah Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten, Selasa (1/8), Bupati Sumedang Eka Setiawan menanggapi pemandangan umum dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Dan Fraksi Partai Golongan Karya soal posisi kemampuan keuangan daerah Kabupaten Sumedang terkait Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Bupati mengatakan, kemampuan keuangan daerah Kabupaten Sumedang termasuk pada kategori sedang dihitung berdasarkan pendapatan umum daerah yang terdiri atas pendapatan asli daerah, dana bagi hasil, dan dana alokasi umum dikurangi belanja pegawai yang terdiri atas belanja gaji dan tunjangan serta tambahan penghasilan pegawai negeri sipil daerah.
Hal ini dipertegas lagi dengan dilakukannya komunikasi dan konsultasi kepada pemerintah pusat selain kajian yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Dengan begitu, sesuai PP No. 18 Tahun 2017 itu, ada tunjangan komunikasi dan transportasi yang besarnya lima kali uang representasi bagi Ketua DPRD. Sehingga untuk tunjangan komunikasi ini menjadi 5 x Rp 2,1 juta atau Rp 10,5 juta. Begitu juga tunjangan reses Rp 10,5 juta yang akan diberikan tiga kali setahun. Sebelumnya, tunjangan komunikasi ini hanya Rp 6,3 juta per bulan.
Dalam PP ini diatur juga tunjangan transportasi bagi anggota DPRD yang sebelumnya anggota DPRD tidak memiliki tunjangan reses dan transporasi. Untuk tunjangan transportasi, besarnya mencapai Rp 12 juta per bulan jika mengacu kepada harga sewa mobil rental Rp 400 ribu per hari dikalikan 30 hari.
Tapi tunjangan transportasi ini hanya diberikan kepada anggpta DPRD saja, sedangkan pimpinan dewan sudah memiliki kendaraan dinas sehingga tidak mendapat tunjangan transporasi. Namun, pimpinan dewan ini mendapat biaya operasional.
Dengan kenaikan penghasilan sesuai PP 18 tahun 2017 ini, penghasilan anggota DPRD naik menjadi di atas Rp 30 juta per bulan. Sebelumnya penghasilan pimpinan dan anggota DPRD antara Rp 15 juta sampai Rp 22 juta setiap bulannya.
Gaji pimpinan dan anggota DPRD itu terdiri dari uang representasi, uang paket dan berbgai tunjangan. Uang representasi Ketua DPRD setara dengan gaji pokok bupati. Sedangkan wakil ketua 80 persen dari uang representasi ketua dan anggota 75 persen dari uang representasi ketua. Penghasilan pimpinan dan anggota DPRD terdiri atas uang representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan dan tunjangan alat kelengkapan. Besarnya gaji pokok bupati Rp 2,1 juta.
Tunjangan kesejahteraan pimpinan dan anggota DPRD Sumedang, yaitu Jaminan kesehatan, Jaminan kecelakaan kerja, Jaminan kematian, Pakaian dinas dan atribut. Tunjangan untuk pimpinan DPRD, yaitu Rumah negara dan perlengkapannya, kendaraan dinas jabatan, dan belanja rumah tangga. Sementara tunjangan untuk anggota DPRD, yaitu tunjangan rumah, dan tunjangan transportasi dalam bentuk uang.
Namun Sekretaris Dewan, Ahmad Kusnadi mengatakan, perhitungan-perhitungan tersebut merupakan simulasi atau sebatas estimasi saja. Karena rumusan perhitungannya harus menunggu Permendagri sebagai tindak lanjut pelaksanaan PP No 18 tahun 2017 tesebut.
“Saat ini Permendagri yang memuat juklak juknis PP tersebut masih dalam pembentukan,” kata Sekwan, Jumat (4/8).
Ahmad menyebutkan, kenaikan penghasilan pimpinan dan anggota DPRD ini tidak ada kaitannya dengan pokok-pokok pikiran (pokir) dewan karena itu merupakan dua hal yang berbeda.

“Kenaikan penghasilan ini merupakan hak pimpinan dan anggota dewan yang telah diatur dalam PP 18 tahun 2017, sedangkan pokir adalah aspirasi masyarakat dari masing-masing dapil anggota dewan,” pungkasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar