Gedung ITB Disebut Berdiri di Tanah Ilegal


Jatinangor, Korsum
Sejak dikuasai lahan eks Universitas Wiyatamandala (Unwim) pada tahun 2010 lalu oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan melakukan MoU dengan Unwim, hingga kini telah berdirinya bangunan-bangunan baru yang dibangun oleh ITB, namun status tanah yang dibangun tersebut dipertanyakan, lebih jauhnya disebut berdiri di atas tanah illegal.
“Dalam proses hibah Pemprov Jawa Barat dengan Kemenristekdikti dengan ITB atas tanah dan bangunan eks Unwim, disana ada ratusan miliar uang publik melalui DIPA ITB atas pembangunan di atas tanah hibah itu yang secara hukum cacat dan melanggar aturan,” ujar sumber Korsum, yang meminta namanya tidak dikorankan, Rabu (26/7), dikediamannya.
 Padahal, kata sumber, sudah sangat jelas bahwa baru terbit gambar situasi saja itu pun tahun 1965 pada saat terbit Hak Guna Usaha (HGU). Yang ada hanya hak pakai Kopertis 1 ha dan kementerian Pertanian cq Dinas Pertenakan (Disnak) Provinsi Jawa Barat 6,8 ha termasuk fasos fasumnya. Sementara sisanya seluas 41 ha belum ada sertifikat atau belum ada hak apapun di atas tanahnya yang melekat.
“Jadi, ITB membangun di atas tanah yang tidak jelas dasar hukumnya. Sementara dalam proses hibahnya pun demikian. Kerugian negara pun sudah tampak dalam hal ini DIPA ITB yang sudah berjalan dari tahun 2011 sampai dengan sekarang tanpa adanya IMB dan ijin resmi atas pembangunan infrastruktur ITB di Jatinangor,” ungkapnya.
Ditemui Korsum, Humas ITB, Deni, terkait dengan MoU dan hibah dari mulai tahun 2010 pelaksanaan MoU-nya hingga sekarang, dirinya (Deni) mengaku tidak mengetahui hal tersebut secara gamblang.
“Yang paling mengetahui hal tersebut adalah orang perencanaan secara garis besarnya, dulunya ini kan MoU ITB dengan Unwim dibawah naungan Pemrov Jabar tahun 2010. Maka dari sekarang sudah beralih ke ITB, terkait dengan masalah IMB-nya saya kurang paham, dan nanti akan saya sampaikan ke direktur,” katanya.
Dikonfirmasi Korsum, Kamis (27/7), Kepala Seksi Hubungan Hukum pada ATR/BPN Sumedang, H. Mariman sedang tidak ada di tempat, menurut informasi dari stafnya bahwa pak H. Mariman sedang ada kegiatan di Kanwil Jawa Barat dari mulai hari Rabu hingga hari Jumat (28/7). Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak BPN.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar