Tunjangan Purnabakhti Kades Rp 20 Jt

Kota, Korsum
Dirasakan stagnan, dana tunjangan purnabakhti kades hingga saat ini masih diangka Rp 6,5 juta. Namun menurut Sekretaris Apdesi Arifin, belum lama ini pihaknya telah sepakat dengan asurasi Jiwasraya terkait rencana kesejahteraan masa depan para kades.
“Kesepakatan ini menyangkut dana purnabakti kades. Rencananya setiap kades yang sudah habis masa jabatannya akan mendapat tunjangan sekitar Rp 20 juta, kematian Rp 50 juta. Sementara dana tunjangan kecelakaan nilainya akan ditentukan tingkat kecelakaannya, apakah permanen atau tidak?. Rencana ini akan dilaksanakan tahun depan (2018),” sebut Arifin di IPP, Kamis (27/7).
Sementara menurut Ketua Apdesi Sumedang Andre Y Muchtar di tempat yang sama mengatakan, tidak hanya dari asuransi Jiwasraya, tapi BPJS Tenagakerjaan juga menawarkan kesejahteraan perangkat desa. Hanya saja kata dia, premi BPJS ini tidak boleh dianggarkan dari DD karena tidak ada relugasinya.
“Dimungkinkan dari ADD yang dimasukan pada belanja aparatur desa tapi tidak mengganggu alokasi siltap. Apdesi berharap para kades mendapat tunjangan tenaga kerja disamping dana purnabakti bilamana kades itu habis masa kerjanya. Bahkan dengan asuransi ini juga, para kades bisa akan mendapat tunjangan kecelakaan termasuk tunjangan kematian,” tuturnya.
Bupati Eka Setiawan menyebut, BPJS Ketenagakerjaan ini para kades ada dijaminan hidup kedepan. Diharap tawaran BPJS ini para kades tertarik sehingga nanti anggaran di APBdes tahun depan hingga bisa dialokasikan dari ADD. “Dana tunjangan purnabakhti kades tahun depan bisa meningkat,  karena kita akan diskusikan sehingga kedepan dana purnabakhti itu makin besar lagi,” katanya.
Namun, menurut Kepala DPMD Tedi Mulyono menyebutkan, pos alokasi untuk BPJS ini  belum dibahas, Namun nanti setelah penyusunan Perbup baru akan dibahas, dari mana pos itu. Sebab jangan sampai tumpang tindih bahkan keuangannya tidak jelas.
“Asuransi BPJS Tenagakerjaan ini,  desa harus mengalokasikan ke APDes 2018, atau diperubahan APBDes 2017 jika di desa ada dana silfa. Tapi jika tidak bisa, jangan dipaksakan karena program BPJS Ketagakerjaan ini merupakan progarm baru untuk Sumedang karena saat ini kantornya sudah ada di sini,” katanya.
Diakui, saat ini untuk tunjangan purnabakti kades ini masih diangka Rp 6,5 juta. Namun hal itu sedang ada komunikan antara Pemda dengan DPRD.  karena sebenarnya Pemda belum memberikan dana Purnabakti kades, hanya dari asuransi Jiwasraya. Sementara sampai tahun 2018, ada 92 kades yang akan habis masa jabatanya.

“Sehingga ada persiapan untuk rencana Pilkades serempak di Noverber 2018 setelah adanya bupati terpilih. Sementara para kades yang sudah habis masa jabatan itu akan dijabat  Pjs yang aturan Pemdagri harus diambil dari PNS kecamatan,” ujarnya.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar