Warga Ancam Bongkar Tower Ilegal


Darmaraja, Korsum
Tower Seluler (XL) Base Transiever Station (BTS) di Dusun Tembong Girang Desa Cikeusi Kecamatan Darmaraja, kembali memicu reaksi warga setempat. Karena dianggap ilegal, warga mengancam akan membongkar menara tower jika Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT) keluarkan lagi perpanjangan ijin tower itu.
“Sejak tahun 2012, warga menolak berdirinya tower itu. Tapi tahun itu, Pemda Sumedang tetap keluarkan ijin resmi meskipun ditolak warga.  Sekarang rencananya tower itu akan diaktifkan lagi  yang informasinya bahwa dokumen ijinnya sedang diproses pihak BPMPT,” tutur Supardi yang ngaku selaku kuasa masyarakat yang rumahnya dibawah tower itu, Rabu (2/8).
Warga tidak hanya akan membongkar menara towernya saja lanjutnya, tapi akan membongkar juga rekayasa dokumen ijin yang dikeluarkan BPMPT tahun 2012 lalu Sebab warga tak pernah menyetujui berdirinya tower. Terlebih saat ini akan diaktifkan lagi dengan perlakukan yang sama yakni tak pernah minta ijin warga.
 “Kami masih menunggu perkembang selajutnya. Jika tower ini tetap diaktifkan, maka kami pun akan berlanjut mengadukan kasus ini kepihak berwajib. Sebab, warga merasa dirugikan dengan adanya tower itu, diantaranya tanah sekitar tower tak laku dijual termasuk ancaman runtuhnya menara tower,” tandasnya.
Waktu dibangun 2012 katanya lagi,  pondasi tower tak sesuai ketentuan sehingga bila tanah sekitar tower digali hanya kedalaman satu meter saja, dipastikan menara tower itu  akan tumbang penimpa menukiman warga yang berada diarea ring tower. Warga tetap bersikeras akan membongkar, jika Pemda tetap akan keluarkan perpanjangan ijin tower itu.
Bongkar Saja!
Kepada DPMPT Sumedang, Ade Setiawan, ketika ditemui koran ini diruang kerjanya, Jumat (4/8) tak mengakui permohonan perpanjangan ijin  tower itu sudah diajukan kepada pihak DPMPT. “Jika ijin tower tidak diperbarui tapi akan diaktifkan lagi, bongkar saja karena kami pun kesulitan menghubungi pemilik tower itu, “tandasnya.
Dikatakan, jika ijin tower itu dikeluarkan tahun 2012 lalu, tapi sekarang akan diaktifkan, berarti ilegal karena masih menggunakan ijin lama. Dokumen ijin tower itu  harus diperbarui per-3 tahun yang berdasarkan aturan sekarang, ijinnya masih sah tapi harus ada persetujuan warga lagi, artinya perpanjangan HO-nya saja.
Diakui, dikeluarkannya ijin tahun 2012 lalu itu, karena ada surat rekomindasi persetujuan masyarakat sehingga pihak DPMPT tidak bisa menolak permohonan ijin tower itu. Waktu itu, pihak DPMPT sesuai SOP-nya keluarkan ijin atas tower itu.
Kasat Pol PP Asep Sudrajat, di ruang kerjanya, Jumat (4/8). Pihaknya akan menurunkan tim petugas untuk menutup tower itu. Bahkan kata dia, Pol PP tidak hanya menutup, tapi akan menyita alat-alat tower itu. Belakangan ini,  pihak Pol PP sudah menutup 4 tower yang dokumen ijin bermasalah.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar