DD Citaleus Disebut Ada Mis-Komunikasi

 Buahdua, Korsum
Tuduhan Dana Desa (DD) Citaleus Kecamatan Buahdua Rp 200 juta diduga disunat kades Rp 50 juta dinyatakan tidak benar. Camat Buahdua Tono Suhartono meyakini realisasi DD Citaleus hanya ada mis-komunikasi antara kades, sekdes dan LPM selaku pelaksana realisasi DD tersebut.
Mis-komunikasi itu, kata camat, terungkap setelah pihaknya mengelar perkara di kantor Desa Citaleus, Senin (9/10), menghadirkan semua perangkat Desa Citaleus termasuk para tokoh masyarakat yang hadir saat ini sekitar 40 orang lebih. Gelar perkara itu bertujuan mencari kebenaran atas tuduhan penyelewengan dana tersebut.
Bahkan saat itu, camat membentuk tim evaluasi yang melibatkan pihak DPMD untuk melakukan pemeriksaan administrasi bahkan cros-cek hasil pembangunan jalan rabat beton. “Administrasi DD itu, seharusnya Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) membuat 2 julul, tapi ini dibikil 1 judul. Akibat mis-komunikasi maka terjadi kesalahan,” ungkapnya.
Seharusnya, lanjut camat, judul kesatu rabat beton Dusun Ceukreum Rp 100 juta, dan judul kedua rabat beton Dusun Bihbul Rp 100 sehingga total dana itu Rp 200 juta sesuai dalam SPJ-nya Rp 200 juta.  Namun dilapangan dibikin satu julul dengan anggaran Rp 200 juta, padahal yang satu julul anggarannya hanya Rp 50 juta dan sisanya silvakan ke tahun berikutnya.
“Rp 50 juta yang disilvakan itu dipotong PPN-PPH dan wajar jika kades bagi-bagi 100 ribu ke aparat desa hanya sekedar uang rokok, sementara sisanya masih tersimpan direkening desa. Demi Allah saya tidak kecipratan uang itu, tapi diakui bahwa uang yang disetor ke kecamatan itu hanya uang PHBN dan PHBD yang sudah dialokasikan sebelumnya dari ADD,” ujarnya.
Justru camat mengaku heran kepada pernyataan kepada Kades Citaleus yang seperti Satria Baja Hitam bisa-bisanya menyebut kepada media bahwa uang DD Rp 50 juta itu dibagi-bagi bahkan Camat Buahdua kecipratan juga uang DD itu.
Kades Citaleus Odang Rochman ikut hadir diacara itu, tampak tak mau banyak bicara. Dalam intinya kades membenarkan kata camat. Namun bantahan dilontarkan Sekdes Citaleus Arli Rohmana bahwa dirinya tidak menyebut uang DD yang diterima TPK Rp 150 juta, tapi  menyebut bahwa uang DD yang diserahkan ke kades itu Rp 200 juta.
Dibenarkan juga Bendaraha, Imar Maryati, saat ditanya camat soal kemana uang DD yang silpa Rp 50 juta. Menurut pengakuan dia, uang Rp 50 juta dipotong pajak PPN-PPH sekitar Rp 12 juta sementara sisanya masih tersimpan direkening desa.

Dilansir koran ini diedisi sebelumnya menyebutkan, DD Citaleus Rp 200 juta diduga disunat kades. Hal itu terungkap berdasarkan mengakuan H.Tomo selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang menyebut DD Rp 200 juta hanya diterima Rp 150 juta untuk pembangunan jalan rabat beton Dusun Ceukreum hingga Dusun Bihbul.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar