Kesadaran Masyarakat Mengurus KIR Dinilai Rendah

 Kota, Korsum
Kepala UPT Pengujian kendaraan Sumedang, Sulaeman, mengatakan, kesadaran masyarakat Sumedang dalam mengurus pengujian kendaraan bermotor (KIR) terbilang rendah.
"Masyarakat masih berpikir gaya lama, seolah-olah ada petugas yang bisa menjemput buku KIR itu. Lalu diperpanjang dengan sendirinya di rumah," katanya, Rabu (4/10), di kantornya.
Menurutnya, tradisi seperti itu harusnya dihilangkan, karena saat ini pihaknya sudah membuat suatu pelayanan yang jelas dan akuntabel. Namun tentunya pelayanan tersebut tidak akan berjalan jika kenyataannya kendaraan masyarakat tidak pernah diuji.
“Sedangkan kita memiliki fasilitas alat uji yang lengkap. Jika betul-betul dimanfaatkan, maka itulah maknanya retribusi. Artinya, dia membayar retribusi langsung mendapatkan layanan pengujian," ungkapnya.
Sehingga, kalau kendaraannya ada kurang ini dan itu, langsung dibawa ke bengkel untuk dibetulkan. Setelah itu diuji kembali. "Kalau tidak lolos, maka dia harus mengulang lagi. Kalau lolos langsung kita berikan buku KIR," tutur Sulaeman.
Maka dari itu, dia berharap masyarakat Sumedang turut mendukung, terutama pemilik angkutan barang dan penumpang. "Pastikan kendaraannya itu laik uji jalan demi keselamatan penumpang," pintanya.
Pihaknya tidak akan memungut biaya tambahan karena sudah ada yang menetapkan besaran KIR tersebut. Apabila masyarakat masih melewati disiplin waktu uji berkala ini, maka jangan heran sewaktu dilakukan razia bisa terjaring.

"Meskipun dia taat membayar pajak, tapi KIR nya tidak di perpanjang maka bisa terjaring razia," jelasnya.**[F.Arif]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar