Kontestasi Jelang Pilkada Sumedang

 Kota, Korsum
Jelang perhelatan Pilkada 2018 mendatang kini kian memanas, terlihat beberapa bakal calon bupati maupun wakil gencar melaksanakan sosialisi untuk memperkenalkan diri sebagi bakal calon ke masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Sumedang. Namun, sampai saat ini belum ada satupun partai yang sudah diberi rekomendasi oleh pusat sebagai calon Bupati.
Berdasarkan data grafik rekapitulasi jumlah perolehan suara sah partai politik dalam pemilu anggota DPRD Kabupaten Sumedang tahun 2014 lalu, PDIP meraih suara sah terbanyak, yakni 146.602 atau 23,03 persen (12 Kursi), disusul Golkar 121,210./ 19,12 persen (10 Kursi), PPP 10, 93 persen 69, 572 suara sah (5 Kursi), Gerindra 9,90 persen 63.053 suara sah (6 Kursi), PKS 7,36 Persen 46.879 suara sah (6 Kursi), Demokrat 6,95 persen 44.220 suara sah (4 Kursi), PAN 5,88 persen 37.463 suara sah (3 Kursi), PKB 5,56 persen 35.399 (2 Kursi), Hanura 4,44 persen 28.292 suara sah (1 Kursi), PBB 2,98 persen 18.998 suara sah (1 Kursi), dan yang tidak mendapatkan kursi di DPRD yakni Nasdem 2,78 persen 17.700 suara, PKPI 6.752 suara dengan 1,06 persen.
Melihat grafik rekapitulasi tersebut, khususnya berdasarkan syarat dukungan jumlah kursi di DPRD, hanya dua partai yang dapat mengusng calon bupati dan wakilnya sendiri tanpa harus koalisi dengan partai lain. Dan beberapa waktu lalu partai PDIP dan Partai Golkar sudah memutuskan untuk berkoalisi dengan measangkan Irwansyah putra sebagai bakal calon bupati dan Sidik Jafar sebagai wakilnya, meski koalisi tersebut belum mendapat restu dari Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum PDIP.
Sementara selain partai tersebut, muncul nama-nama yang digadang-gadang akan diusung untuk mewakili partai masing-masing untuk menjadi kandidat bakal calon bupati maupun wakil bupati. Seperti petahana H. Eka Setiawan yang diyakini akan memperoleh rekomendasi dari PKS. Hal itu dikatakan Ermi Triaji bahwa kemungkinan rekomendasi calon Bupati akan jatuh kepada H. Eka Setiawan bukan kepada dirinya. “Kemungkinan besar rekomendasi dari pusat akan turun ke Eka Setiawan,” katanya, Rabu (11/10) di lingkungan kantor DPRD Sumedang.
Sedangkan Partai Demokrat matangkan kolaisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai alternatif pertama. Selain itu komunikasi dengan partai Koalisi Medal Patandangan (KMP) terus dijalankan untuk membuka kemungkinan bergabung.
 Hal tersebut, dikatakan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Sumedang, Otong Dartum, bahwa selain telah komunikasi untuk menjalin koalisi dengan KMP (Gerindra-PKS), dan membuka kemungkinan untuk bergabung dalam koalisi PDI Perjuangan-Partai Golkar, saat ini Partai Demokrat tengah mematangkan koalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mengusung H. Dony Ahmad Munir.
"Alternatif pertama kami akan mencoba mematangkan koalisi dengan PPP. Tapi bisa juga nantinya masuk ke koalisi KMP ataupun PDI Perjuangan-Partai Golkar, karena dengan dua kubu koalisi ini kami juga sudah komunikasi," ujarnya.
Sementara itu, PPP akan menjadi prioritas utama, lanjutnya, karena PD membidik posisi untuk wakil bupati. "Sebelumnya kami menerima instruksi dari DPP Demokrat itu bahwa untuk Pilkada Sumedang hanya untuk wakil bupati. Jadi kami diminta menyodorkan nama-nama untuk posisi wakil bupati saja, bukan sebagai bupati,” tuturnya.

Dengan adanya intruksi tersebut, lanjutnya lagi, dari empat calon yang masuk penjaringan hanya tiga figur saja yang kami daftarkan. Yakni, Erwan Setiawan, Euis Mully Mulyati Sukarya, dan Sonia Sugian. Dan Ade Irawan tidak diajukan karena secara aturan tidak bisa menjadi wakil bupati. “Nama pa Ade kita tidak sodorkan, karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Sumedang,” pungkasnya.*[Tim]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar