Progres Pengadaan Tanah Jalan Tol Cisumdawu Seksi I, II, dan III

Cimalaka, Korsum
Hingga September 2017, pengadaan tanah untuk untuk kebutuhan awal jalan Tol Cisumdawu pada Seksi I Wilayah Kecamatan Cileunyi Bandung, Kecamatan Jatinangor, Sukasari Tanjungsari, dan Pamulihan seluas 177,76 hektar dengan jumlah 1.212 bidang.
Sebagaimana dikatakan PPK Pengadaan Lahan Jalan Tol Cisumdawu, Bambang, Jumat (6/10) di kantornya.
Menurutnya, lahan yang sudah terbebaskan seluas 59,94 hektar dengan jumlah bidang 1.200. Sementara sisanya seluas 117, 82 hektar (12 bidang) lagi belum terbebaskan, yaitu 1 bidang di Desa Sukarapih Kecamatan Sukasari karena tanahnya masih dalam sengketa keluarga, 9 bidang di Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari terdiri dari 1 bidang tanah wakaf dan 1 bidang tanah BUMN/Sutet, serta 2 bidang di Desa Margaluyu terdiri dari 1 bidang komplen kelas tanah dan sisa tanah minta dibebaskan, 1 bidang lagi merupakan tanah wakaf.
Untuk Seksi II wilayah Kecamatan Pamulihan, Rancakalong, Sumedang Selatan, dan Sumedang Utara total lahannya seluas 295,33 hektar (4.122 bidang). Yang sudah terbebaskan seluas 284,26 (4.078 bidang), sehingga sisa yang belum terbebaskan seluas 11,07 hektar (44 bidang).
Tanah yang belum terbebaskan, kata Bambang, diantaranya di Desa Pamulihan Kecamatan Pamulihan 1 bidang tanah wakaf. Di Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatang sebanyak 5 bidang yaitu 1 bidang menolak harga, 1 bidang tanah wakaf dan 3 bidang aset desa.
Di Kecamatan Sumedang Utara terdapat 38 bidang yang belum dibebaskan. Diantaranya 3 bidang di Desa Girimukti (1 bidang menolak harga, 1 bidang tanah wakaf, dan 1 bidang tanah kas desa), di Desa Sirnamulya 9 bidang (2 bidang menolak harga, 1 bidang tanah wakaf, 1 bidang tanah BUMN/Sutet, dan 5 bidang Aset Pemerintah Kabupaten dan Desa), di Desa Mulyasari 3 bidang (1 bidang tidak diketahui pemiliknya, dan 2 bidang Aset Desa).
Kemudian di Desa Margamukti 3 bidang (2 bidang tidak diketahui pemiliknya, dan 1 bidang Aset Desa), Desa Mekarjaya 18 bidang (2 bidang komplain harga tanah, 3 bidang tanah wakaf, 8 bidang tanah kas desa, 4 bidang tanah BUMN/Sutet, dan 1 bidang tanah PU), serta Desa Jatimulya 2 bidang (1 bidang tanah BUMN/Sutet, dan 1 bidang tanah Dinas Kehutanan).
Seksi III, lanjut Bambang, meliputi Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Cimalaka, kebutuhan awal lahan seluas 50,63 hektar (664 bidang). Yang sudah terbebaskan seluas 50,34 hektar (656 bidang) sehingga sisa yang belum terbebaskan seluas 0,30 hektar (8 bidang).
Bidang tanah yang belum dibebaskan ada di Kecamatan Sumedang Utara sebanyak 5 bidang, yaitu 2 bidang di Desa Jatihurip (1 bidang tanah wakaf, dan 1 bidang Aset Desa), Desa Kebonjati ada 3 bidang karena komplain harga.
Sedangkan di Kecamatan Cimalaka 3 bidang, yaitu 1 bidang di Desa Cikole karena tanahnya milik BUMN/Sutet, dan 2 bidang di Desa Galudra karena masih dalam sengketa keluarga serta tanah BUMN/Sutet.
“Kami belum bisa membebaskan tanah wakaf sepanjang akta wakafnya belum ada. Jadi harus segera dibuatkan akta wakafnya ke Kementerian Agama. Begitu pula dengan tanah yang tidak diketahui pemiliknya,” tukas Bambang.**[Tim]


Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar